Startup Digital di Jogja, Semakin Eksis dan Digemari Anak Muda

 
 
 

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah menciptakan peluang baru dalam bisnis yang berbasis digital di Indonesia. Sektor industri kreatif yang mendayagunakan jaringan internet ini akan perlahan menggeser pasar bisnis konvensional yang kini dianggap sudah ketinggalan zaman oleh sebagian pelaku industri. Online business is easier, faster, cheaper, and better!

STARTUP._FOTO_BY_pixabay.com

STARTUP._FOTO_BY_pixabay.com

Sepuluh tahun lalu, orang tak akan pernah berpikir bahwa teknologi bisa menjadi solusi persoalan gaya hidup urban, dari berbelanja sepatu, memanggil ojek dan taksi, hingga memesan kamar hotel dan tiket pesawat untuk traveling. Bahkan, sekarang begitu mudahnya memesan makan siang dari resto dengan sekali tap aplikasi di ponsel tanpa perlu beranjak dari meja kerja.

STARTUP3._FOTO_BY_pixabay.com

STARTUP3._FOTO_BY_pixabay.com

Internet memberikan segala informasi yang dibutuhkan. Masalah harian, seperti mencari alamat dan lokasi, menemukan bengkel tambal ban, hingga cara merawat kucing dan anjing kesayangan yang sedang sakit, semuanya bisa dicari solusinya dalam genggaman.

Tahukah Anda, banyak dari aplikasi smart phone dan situs-situs internet itu dikembangkan oleh studio indie lokal? Salah satunya di Jogja, kota yang memiliki lebih dari 190 startup yang telah menciptakan ladang bisnis baru berupa industri kreatif berbasis digital.

STARTUP2._FOTO_BY_pixabay.com

STARTUP2._FOTO_BY_pixabay.com

Pernah iseng bermain game Lava Runner, Tebakan Garing, atau Hitung Tepat di gawai Android? Atau Anda yang ingin tahu cerita dari sebuah buku, tetapi malas membaca, mungkin pernah mengunduh aplikasi buku suara Listeno? Semua game dan aplikasi itu adalah karya anak-anak muda Jogja.

COACHING_JDV._FOTO_BY_jogjadigitalvalley.com

COACHING_JDV._FOTO_BY_jogjadigitalvalley.com

Startup digital sebenarnya sudah muncul di Jogja sejak 2009, namun mengalami perkembangan pesat mulai 2012. Studio indie ini berkreasi untuk pengembangan website dan konten, desain grafis, internet marketing, dan aplikasi mobile – termasuk game di smart phone – yang memperoleh pendapatan dari penjualan aplikasi maupun iklan.

Baca juga: Kegilaan Anak Muda Jogja Membangun Startup

DIGITAL_STARTUP._FOTO_BY_bonvoyagejogja.com

DIGITAL_STARTUP._FOTO_BY_bonvoyagejogja.com

Karena mengandalkan pada gagasan kreatif – selain kemampuan di bidang teknologi informasi – bisnis ini diperkirakan akan terus tumbuh. Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat Jogja sangat ramah bagi calon-calon startup baru yang ingin mengibarkan bendera bisnisnya di kota ini:

Sedikit orang

Bisnis ini bukan jenis padat karya, tidak butuh banyak tenaga. Skill dan kreativitas individu lebih dibutuhkan dalam membangun bisnis ketimbang jumlah personil. Faktanya, lebih dari sepertiga startup di Jogja didirikan oleh dua orang saja. Sedangkan setengah dari startup hanya memiliki karyawan lima orang atau kurang.

Bisnis yang menjanjikan

Sedikit orang tak berarti sedikit pendapatan. Buktinya, lebih dari 10 persen startup di Jogja telah menikmati pendapatan miliaran per tahun. Ini terkait dengan potensi pasar industri digital yang sangat besar, mengingat teknologi informasi bekerja tak kenal batas negara.

Berbeda dengan produk fisik yang membutuhkan jalur distribusi yang rumit dan lama, produk digital menyebar lintas negara hanya dalam hitungan detik. Anda bisa saja membuat aplikasi di Indonesia, lalu diunduh dan digunakan oleh pemakai smartphone di belahan dunia lain. Sebagai gambaran, sekitar 30 persen startup di Jogja mempunyai target pasar internasional.

Sumber daya manusia melimpah, biaya operasional murah

Jogja memiliki banyak perguruan tinggi yang membuka jurusan teknologi informasi dan komputer, sehingga mudah mendapatkan tenaga/karyawan yang kompeten. Selain itu, biaya hidup di Jogja yang relatif lebih rendah dibanding kota besar lainnya berpengaruh pada murahnya biaya operasional bisnis– banyak yang membangun startup dengan modal cekak dari kantong pribadi.

Dua alasan itulah yang setidaknya pernah dikemukakan oleh perwakilan perusahaan raksasa game mobileasal Prancis Gameloft, Andrei Lascu, saat memilih Jogja sebagai salah satu lokasi kantor cabangnya yang kini memiliki karyawan lokal tak kurang dari 600 orang.

Jejaring komunitas digital

Satu lagi kelebihan Jogja yang susah ditemukan di kota lain adalah banyaknya komunitas dan forum gratis untuk diskusi dan berbagi tentang masa depan bisnis kreatif digital. Bahkan sejumlah pengembang gamedan aplikasi mobile secara rutin menyediakan pelatihan gratis untuk umum. Komunitas-komunitas inilah yang menciptakan ekosistem masyarakat digital di Jogja.

Dukungan inkubator dan co-working space

Hadirnya Jogja Digital Valley (JDV) yang dirintis oleh Telkom ikut mendorong munculnya startup baru. JDV adalah inkubator bisnis dan co-working space yang disediakan untuk komunitas-komunitas digital dan pengembang aplikasi, konten, gameedutainment, musik, dan perangkat lunak di Kota Pelajar. Tidak hanya menyediakan fasilitas internet cepat dan ruangan gratis, JDV juga memberikan pelatihan teknis dan bisnis, mulai dari desain, pengembangan, dan komersialisasi konten kreatif, salah satunya lewat startup clinic.

So, jika Anda tertarik membangun startup, sebaiknya Anda mempertimbangkan Jogja sebagai salah satu pilihan utama. Anda bisa memulainya dari mana saja, karena kota yang digadang-gadang menjadi calon Silicon Valley Indonesia ini menyediakan semua yang Anda butuhkan untuk mengawali bisnis rintisan bermodal kreatifitas. Mau mencoba?

 
 

RELATED ARTICLES