Cerita Bisnis Angkringan ala Triangga Bayu, pemilik Angkringan Nasi Kucing 78.

 
 
 

Membangun bisnis di kota besar memang cukup menantang, ada banyak pesaing dan pertumbuhannya pun sangat pesat, sebagai pebisnis haruslah terus berinovasi dan mencari tahu keinginan pasar/calon konsumen dengan tepat. Namun, sebenarnya ada banyak peluang bisnis yang tersedia, dengan berbagai ide yang menarik pula. Salah satu figur pebisnis muda yang cukup berhasil di Jogja adalah Triangga Bayu, pemilik bisnis waralaba Angkringan Nasi Kucing (ANK) 78. Ia melihat dan memanfaatkan peluang yang cukup besar dari sebuah bisnis angkringan.

Konon, angkringan pertama kali dibawa ke Solo dan Jogja oleh orang-orang dari Bayat, Klaten. Angkringan kemudian populer di Jogja dan Jawa Tengah sebagai warung tenda pinggir jalan yang menyajikan jenis makanan rakyat dengan harga supermurah, dari ceker ayam, jeroan, sate telur puyuh, gorengan, baceman, hingga nasi kucing – nasi bungkus porsi kecil dengan sambal dan secuil ikan asin, teri, oseng, atau orek tempe.

Sekarang angkringan punya segmen konsumen yang lebih luas dan berkembang menjadi bisnis kuliner yang menggiurkan. Jika Anda ingin memulai bisnis ini, simak cerita Triangga Bayu dan bagaimana ia mengembangkan bisnisnya hingga punya lebih dari 200 mitra hingga Medan, Palangkaraya, dan Makassar.

FOTO_DOK._PRIBADI

FOTO_DOK._PRIBADI

Mengapa angkringan?

Dalam berbisnis, sebelum memulai, Bayu memikirkan dulu secara matang, alasan mengapa memilih bisnis ini. Angkringan sudah terbukti sebagai bisnis yang tahan banting dan bisa hidup di mana saja, tak tergantung kondisi ekonomi, karena prinsipnya semua orang butuh makan –apalagi harganya murah.

Angkringan butuh modal kecil, di bawah Rp10 juta. Sebagai contoh, Bayu yang awalnya hobi makan nasi kucing di angkringan Jogja, mulai membuka angkringan delapan tahun lalu di Bekasi dengan modal hanya Rp3 juta.

Meski bermodal kecil, bisnis ini prospektif, karena bisa menghasilkan laba bersih per bulan sekitar Rp4 juta. Bisnis ini juga mudah dijalankan siapa saja, bahkan bisa menjadi usaha sampingan bagi Anda yang bekerja.

ANGKRINGAN_NASI_KUCING78._FOTO_DOK_PRIBADI.

ANGKRINGAN_NASI_KUCING78._FOTO_DOK_PRIBADI.

Bermitralah jika Anda pemula

Kemudia ia memutuskan dulu untuk memulai bisnis angkringan sendiri atau dengan cara membeli franchise. Semua ada keuntungan dan kerugiannya. Berbisnis sendiri berarti Anda siap melakukan semuanya sendiri dari nol, seperti menyiapkan gerobak, mencari nama merek, sampai pemasaran. Namun, semua omzet sepenuhnya milik Anda.

Sistem franchise lebih direkomendasikan bagi mereka yang baru pertama kali memulai bisnis untuk meminimalkan risiko gulung tikar. Anda mendapat alat kerja, bimbingan bisnis, merek, hingga dukungan pemasaran. Sayangnya, Anda mesti mengeluarkan modal lebih banyak, terlebih apabila ada pemegang franchise yang mewajibkan setoran royalti.

Namun, sistem kemitraan ANK 78 berbeda. Sesuai mereknya "78" yang dibaca "jupan" dan berarti "maju dan mapan", usaha ini diharapkan membawa kemapanan ekonomi dan kebahagiaan bagi banyak orang, terutama para mitra, karenanya Bayu tak ingin mengurangi keuntungan dari hasil kerja mereka dengan memungut royalti.

“Seluruh omzet sepenuhnya menjadi hak mitra. Tak ada pungutan berkala. Karena bisnis kami sejak awal punya konsep untuk berbagi,” kata Bayu yang percaya bahwa menjalankan bisnis adalah menjalankan titipan Tuhan.

FOTO_INSTAGRAM__ANGKRINGAN_NASI_KUCING_78

FOTO_INSTAGRAM__ANGKRINGAN_NASI_KUCING_78

Lokasi yang strategis

“Saya memilih tempat yang ramai orang, seperti di jalan dengan rata-rata orang berkendara dengan kecepatan sedang atau pelan. Misalnya di dekat kampus, rumah sakit, mal, alun-alun, pintu perumahan yang ramai, kos-kosan, atau di jalur tempat orang pulang kerja,” kata Bayu.

Awalnya, saya mengamati lebih dulu keramaiannya di jam berapa, semisal dari jam 16.00, jam 6 -9 malam, sampai tengah malam. Lalu jika tempat itu tak pernah sepi, segera saya incar dan tanyakan ke pemiliknya berapa harga sewanya.

Pastinya Bayu menghindari memilih lokasi di dekat tempat pembuangan sampah, dekat selokan, atau tempat becek. Tempat yang bersih menjadi salah satu pertimbangan orang untuk makan di angkringan.

ANGKRINGAN_NASI_KUCING_78._FOTO_TWITTER__HIK_78

ANGKRINGAN_NASI_KUCING_78._FOTO_TWITTER__HIK_78

Pilih orang yang bisa dipercaya

Untuk bisnis seperti ini, jika pemilik sibuk dan tak punya banyak waktu, pemilik tak perlu memasak dan menyiapkan isi gerobak sendiri. Bayu menyarankan untuk mencari rekan bisnis untuk menyuplai makanan. Yang terpenting baginya adalah ada kesepakatan di muka tentang kerja samanya, apakah sistem bagi hasil atau konsinyasi.

Ada cara lainnya, yakni bisa mencari juru masak yang Anda gaji, seperti halnya penjaga angkringan. Yang penting, orang-orang yang membantu Anda sebaiknya yang bisa Anda percayai. Cara ini lebih direkomendasikan jika ingin memperluas bisnis dan membuka cabang – akan lebih mudah jika mempunyai karyawan.

ANGKRINGAN_NASI_KUCING_78._FOTO_TWITTER__HIK_78__2_

ANGKRINGAN_NASI_KUCING_78._FOTO_TWITTER__HIK_78__2_

Tes makanan

Sebelum berjualan angkringan, seperti bisnis makanan pada umumnya, Bayu juga melakukan tes makanan minimal dua kali. Saran dari teman juga sangat penting, mintalah mereka untuk mencicipi nasi, gorengan, aneka sate, dan minumannya. Mintalah kritik dan masukan sebanyak-banyaknya. Misalnya, porsinya nasi kucingnya terlalu sedikit, sambalnya kurang enak, dan lainnya. Lalu, perbaiki penyajian dan rasa makanan. Kreasi makanan juga direkomendasikan, misalnya oseng-oseng mercon atau kopi arang, karena menjadi pembeda dan membuat pelanggan setia.

Tingkatkan jumlah pengunjung lewat promosi

Menurut Bayu, promosi menjadi penentu keberhasilan bisnis angkringan. Karenanya, ia gencar mengenalkan angkringan miliknya ke khalayak. Semakin banyak orang tahu angkringan Anda, semakin besar peluang orang mengunjunginya. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya lewat media sosial.

“Beberapa mitra kami di bulan-bulan pertama belum bisa mendapat omzet yang bagus, ternyata mereka belum melakukan promosi secara maksimal, padahal itu penting untuk meningkatkan kunjungan harian,” ujar Bayu.

Segera lakukan!

Jika ingin berbisnis, yang paling penting menurut Bayu adalah segera bertindak. Terlalu banyak berpikir dan menganalisis usaha biasanya menyebabkan seseorang tidak berani mengambil risiko alias batal berbisnis. Meski bisnis angkringan merupakan investasi kecil, tetap saja memiliki risiko. Tetapi selama sebanding dengan keuntungannya, seharusnya Anda tak perlu khawatir berlebihan.

“Pebisnis pemula jangan takut memulai. Jalani saja dengan serius, nikmati naik turunnya omzet, pelajari apa yang kurang, lama-lama akan terasah mental bisnisnya,” kata Bayu yang tidak pernah merasa cocok menjadi karyawan meski pernah berpindah-pindah kerja.

Tertarik berbisnis angkringan di kota Anda?

 
 

RELATED ARTICLES