[What's On] JUNE: Agenda Seni dan Budaya Akhir Juni 2017

 
 
 

Meskipun event di bulan puasa menjelang Lebaran tak sebanyak hari biasa, bukan berarti Jogja sepi acara seru. Jika Anda berencana mengunjungi Jogja di akhir bulan Juni, ada beberapa event yang bisa Anda saksikan.

Art Jog #10 : Changing Perspective

Event akbar pameran seni sebulan penuh ini sungguh sayang dilewatkan. Festival yang bertajuk “Changing Perspective” ini mengangkat puluhan karya-karya seniman Indonesia dan seniman luar negeri – Jepang, Cina, Singapura, dan Filipina.

Semua yang dipamerkan mayoritas merupakan karya seni progresif para seniman muda di bawah 33 tahun, sesuai dengan tema yang berarti keterbukaan pikiran terhadap segala hal dan peristiwa. Meski demikian, semuanya sudah melalui proses kurasi ketat oleh panitia sejak Desember 2016.

Salah satu karya utama adalah Floating Eyes, seni instalasi karya Wedhar Riyadi yang menjadi pembuka pameran dan menyita perhatian ribuan pengunjung. Art Jog #10 ini juga menampilkan skenografi bertema lingkungan karya aktor Nicholas Saputra dan Angki Purbandono.

Venue: Jogja National Museum, 20 Mei-19 Juni, pukul 10.00-22.00, tiket Rp 50.000.

Baca juga: BAKABA#6, Perupa Minang Membaca Wajah Indonesia Kontemporer

LIQUID_COLOR._LUKISAN_BERJUDUL_3_9_DETIK_KARYA_SIGIT_RAHARJO._FOTO_VIA_bentarabudaya.com

LIQUID_COLOR._LUKISAN_BERJUDUL_3_9_DETIK_KARYA_SIGIT_RAHARJO._FOTO_VIA_bentarabudaya.com

Visual Art Exhibition: Liquid Color

Pameran seni rupa ini mengusung karya lima seniman lukis, yaitu Roadyn Choerudin, Muji Harjo, Andy Miswandi, Endro Bayu, dan Sigit Raharjo. Liquid color ingin mengungkapkan kekuatan warna-warna yang mengalir dalam setiap karya seniman yang tak bisa diintervensi oleh siapapun. Warna-warna itu juga mengekspersikan metafora dari berbagai dunia yang digeluti masing-masing seniman.

Karya yang dipamerkan di antaranya adalah lukisan wajah ekspresif dalam berbagai warna dari mantan Presiden RI Ir Soekarno, Gusti Nurul Kamaril “Kembang Mangkunegaran” dan Raja Reggae Bob Marley. Beberapa lukisan nyaris sulit dibedakan dari fotografi karena kehalusan detail dan warnanya.

Acara dibuka 13 Juni lalu oleh pencinta seni Yani Sapto Hoedojo dan dihadiri maestro seni lukis Joko Pekik.

Venue: Bentara Budaya Yogyakarta, 13-21 Juni, pukul 09.00-21.00.

DONASI._FOTO_pixabay.com

DONASI._FOTO_pixabay.com

Bakti Sosial: Ramadan Dekatkan Kita

Bakti Sosial ini merupakan agenda tahunan Ikatan Muda-Mudi Babadan Baru (Ikamaba), Condongcatur, Depok, Sleman, yang digelar setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang kurang beruntung, seperti warga miskin dan anak yatim di sekitar Jogja.

Anak-anak muda itu mengajak siapa saja, terutama yang menjalankan ibadah puasa, untuk meningkatkan kualitas spiritualitas di bulan Ramadan serta membangun solidaritas kemanusiaan dengan bersedekah. Anda pun bisa berpartisipasi dengan mendonasikan sembako (mi, gula, teh, minyak goreng, dan lainnya) pakaian bekas pantas pakai, peralatan ibadah (sarung, mukena dan Al Quran), serta uang tunai, untuk disalurkan ke salah satu daerah minus di Perbukitan Menoreh.

Jika ingin menyumbang, Anda bisa menghubungi sekretariat Ikamaba di Jalan Kaliurang Km 7, Balai RW 50 & 51, Babadan Baru, atau menghubungi panitia di 08995236692 (Dwi Aji Prakoso).

Lokasi: Nglambur, Samigaluh, Kulonprogo, 18 Juni.

GREBEG-SYAWAL-KERATON-JOGJA._FOTO_VIA_2jogja.com

GREBEG-SYAWAL-KERATON-JOGJA._FOTO_VIA_2jogja.com

Grebeg 1 Syawal

Anda yang ingin menikmati libur Lebaran di Yogyakarta, sebaiknya tidak melewatkan agenda utama ini. Grebeg 1 Syawal merupakan kirab lima gunungan yang dikawal sepuluh kelompok bergodo atau prajurit dari Keraton Yogyakarta menuju Masjid Agung Kauman untuk didoakan oleh para ulama keraton, sebelum dibawa ke Alun-alun Utara untuk diperebutkan oleh masyarakat.

Baca juga: Kirab Budaya di Festival Lima Gunung 2016

GUNUNGAN_SYAWAL._FOTO_ARI_SUSANTO.

GUNUNGAN_SYAWAL._FOTO_ARI_SUSANTO.

Gunungan yang terdiri dari sayuran dan hasil bumi itu merupakan sedekah sultan kepada rakyatnya sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan setelah umat Islam berhasil menyelesaikan puasa satu bulan. Tradisi ini sudah ada sejak Kerajaan Mataram Islam dan terus dilestarikan oleh Kesultanan Yogyakarta.

Konon, menurut kepercayaan, jika Anda berhasil mendapatkan isi gunungan saat berebut, maka Anda akan mendapatkan berkah. Namun, Anda harus berjuang dan bersiap dengan segala risiko berdesak-desakan di tengah kerumunan.

Venue: Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, 1 Syawal (Kalender Sultan Agung), pukul 9.00.

Nah, jika Anda berniat hadir di event-event seru ini sekalian liburan, sebelum kehabisan kamar hotel di Jogja saat mendekati libur Hari Raya Idul Fitri, Anda bisa booking kamar di GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta, hotel stylish bergaya urban-modern yang dilengkapi kolam renang dengan desain yang keren.

 
 

RELATED ARTICLES