Mengenal Petanque, Olahraga Asal Prancis yang Sedang Populer di Jogja

 
 
 

Jika Anda berjalan jalan ke Alun alun Kidul alias alun-alun di selatan Keraton Yogyakarta saat hari Minggu, Anda bisa melihat sekelompok orang seperti sedang bermain kelereng atau mungkin serupa dengan kasti. Tapi uniknya, bola yang digunakan berukuran cukup besar dan terlihat berat.

Ya, mereka sedang memainkan olahraga Petanque. Mungkin cukup sulit bagi kita untuk mengucapkannya dan terdengar asing. Petanque adalah permainan yang berasal dari Prancis. Karena itulah nama permainan ini serupa dengan kosakata dalam bahasa Prancis. Pada Abad Pertengahan, permainan ini kerap disebut sebagai globurum, tetapi selanjutnya oleh berbagai kalangan lebih dikenal sebagai "boule", atau bola, dan permainan ini mulai dimainkan di seluruh Eropa.

PETANQUE_1

PETANQUE_1

Di Prancis, olahraga ini sudah ada sejak awal Abad 20, lebih dari seratus tahun lalu. Selain di negara asalnya, olahraga ini juga banyak dimainkan di negara negara bekas jajahan Prancis. Bisa dibilang ini adalah olahraga rakyat bagi mereka.

Di Indonesia sendiri, Petanque pertama kali dipertandingkan pada ajang SEA Games tahun 2011 di Palembang. Di SEA Games, Petanque dimasukkan dalam kategori olahraga konsentrasi yang memiliki persyaratan tertentu, yakni di atas lapangan berdimensi lebar empat meter dan panjang 15 meter.

Di Jogja, olahraga ini dikenalkan oleh Widha Srianto, dosen olahraga sebuah perguruan tinggi swasta. Sebagai dosen, ia tertarik untuk mengembangkan olahraga tersebut di Jogja.

PETANQUE_2

PETANQUE_2

Pertimbangannya, olahraga ini tidak memerlukan banyak dana dan dapat dimainkan oleh semua kalangan. Selain itu, meski olahraga ini menuntut konsentrasi tinggi, namun mampu menghadirkan kegembiraaan

Belakangan, olahraga ini semakin diminati, Widha bersama dengan teman temannnya membentuk klub pecinta olahraga Petanque DIY. Saat ini Klub Petanque DIY memiliki anggota aktif sekitar 40 orang dari berbagai kalang

HOW TO PLAY?

Ikuti sejumlah fakta dan cara bermain olahraga Petanque berikut ini.

  • Olahraga ini menuntut kita untuk yang melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonet.
  • Kaki pelempar harus berada di dalam lingkaran kecil yang sudah ditentukan.
  • Jarak dari posisi pelempar dan cochonet telah ditentukan, antara enam sampai sepuluh meter.
  • Dimainkan di tanah lapang atau lapangan rumput berukuran 4x15 meter.
  • Olahraga ini mengandalkan kemampuan akurasi, strategi, dan feeling dari para pemainnya.
  • Durasi permainan biasanya selama satu jam.
  • Petanque dimainkan oleh dua, empat atau enam orang dalam dua tim, atau pemain dapat bersaing sebagai individu dan bermain santai.
  • Di tunggal dan ganda permainan setiap pemain memiliki tiga boule. tim pemenang ditentukan siapa yang paling cepat meraih skor 13
  • Bola Petanque terbuat dari bahan timah, sedikit lebih besar dari bola kasti dan beratnya berkisar 600-800 gram.
  • Selain tiga buah bola besi juga, permainan ini juga memerlukan satu bola kecil, yang ukurannya sedikit lebih besar dari kelereng, yang terbuat bahan kayu atau disebut dengan boca.
  • Saat permainan berlangsung, si pemain berdiri di atas lingkaran sebesar ban sepeda, selanjutnya melemparkan boca. Setelah boca, pemain melemparkan bola timah.
  • Seorang pemain yang memiliki tiga bola timah, boleh dalam posisi berjongkok atau berdiri dan bola itu dilemparkan harus mendekati boca.
  • Hal yang sama, setiap lawan juga melemparkan bola pertamanya untuk mendekati boca. Lawan juga boleh melempar sampai mengenai bola timah pemain lainnya, tujuannya agar bola timah lawan jauh dari boca.


LINK SUMBER:
foto 1: tribunnews.com
foto 2: fopijogja.wordpress.com
foto 3: chamonix.com

 
 

RELATED ARTICLES