[What's On] Yogya Annual Art#2: Seni Lukis Kontemporer karya 39 Seniman Lokal Yogyakarta

 
 
 

Denyut nadi seni rupa di Yogyakarta tak pernah ada matinya. Setiap tahun event pameran seni rupa selalu menjadi bagian penting dari kalender wisata di kota ini. Di bulan Mei-Juni 2017 ini misalnya, selain pameran ArtJog 10, juga digelar Yogya Annual Art #2.

YOGYA_ANNUAL_ART__2._MENYUSUN_SIASAT_KARYA_YAKSA_AGUS._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

YOGYA_ANNUAL_ART__2._MENYUSUN_SIASAT_KARYA_YAKSA_AGUS._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

Event kali kedua yang digelar di Balai Banjar Sangkring ini menyuguhkan seni rupa dua dimensi dalam bentuk lukisan kontemporer bertema ‘Bergerak’. Dengan melibatkan 39 seniman lokal, dan satu seniman senior Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Subroto SM, Yogya Annual Art #2 ini menjadi panggung bagi seniman untuk mengespresikan gagasannya tentang perkembangan mutakhir seni lukis di Yogyakarta.

Pameran ini merupakan lanjutan dari Yogya Annual Art #1 tahun lalu yang berjudul ‘Niat’. Beberapa seniman yang berpartisipasi antara lain Yaksa Agus, Maslihar, I Nyoman Agus Wijaya, Eko Dyk, Agus ‘Baqul’ Purnomo, AT Sitompul, Beatrix Kaswara, Citra Sasmita, dan Dedy Sufriyadi. Setiap karya lukis yang dipajang telah lebih dulu melewati proses kurasi oleh tim kurator yang terdiri dari Yuswantoro Rohadi, Samuel Indratma, dan Kriss Budiman.

YOGYA_ANNUAL_ART__2._SUNSHINE_KARYA_SUHARMANTO._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

YOGYA_ANNUAL_ART__2._SUNSHINE_KARYA_SUHARMANTO._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

Yogya Annual Art merupakan event baru di Yogyakarta yang lahir atas gagasan Putu Sutawijaya, pendiri dan pengelola Sangkring, atas keprihatinannya terhadap lukisan dua dimensi yang dianggap jadul dan kurang mendapat tempat di setiap pameran besar di Yogyakarta.

Seni lukis sering diasumsikan sebagai seni kuno dibanding media obyek, instalasi, dan video. Padahal, ‘kontemporer’ sama sekali tak berkaitan dengan media seni rupa, melainkan lebih pada konten gagasan dan konsep kekinian dalam berkarya.

Baca juga: Dunia Surealisme Perupa Muda Roby Dwi Antono

YOGYA_ANNUAL_ART__2._MY_GAME_KARYA_ROBY_FATHONY._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

YOGYA_ANNUAL_ART__2._MY_GAME_KARYA_ROBY_FATHONY._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

Yogya Annual Art kemudian lahir sebagai ruang bersama untuk menyajikan ide kekinian itu lewat seni rupa dua dimensi – lukisan kontemporer – sekaligus menepis anggapan yang menyebut karya seni lukis identik dengan old-fashioned art.

Beberapa karya yang tampil antara lain berjudul Tiger’s Style, Everlasting Book, My Game, dan Sunshine, yang semuanya sangat interpretatif tergantung mereka yang memandang. Dalam pameran kali ini, setiap seniman menampilkan satu karya seni lukis di dinding Bale Banjar, sedangkan dinding kehormatan diberikan untuk karya istimewa Subroto SM.

YOGYA_ANNUAL_ART_2._NOT_TODAY__NOT_TODAY__KARYA_BEATRIX_KASWARA._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

YOGYA_ANNUAL_ART_2._NOT_TODAY__NOT_TODAY__KARYA_BEATRIX_KASWARA._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

Berbeda dengan event pada umumnya yang dikelola oleh panitia khusus, Yogya Annual Art merupakan proyek keroyokan, di mana semua seniman terlibat menjadi panitia yang mengurusi persiapan, pembukaan pameran, sampai penutupan. Mereka sendirilah yang memasang dan melepas karya lukis masing-masing.

Bagi Anda peminat seni rupa kontemporer, pameran ini patut diapresiasi. Selain menampilkan karya unik para seniman yang memiliki jam terbang, Yogya Annual Art #2 juga memberikan warna baru dalam sejarah seni rupa Yogyakarta dan Indonesia.

YOGYA_ANNUAL_ART_2._YANG_DATANG_DAN_PERGI_KARYA_MULYO_GUNARSO._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

YOGYA_ANNUAL_ART_2._YANG_DATANG_DAN_PERGI_KARYA_MULYO_GUNARSO._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

Sangkring juga merupakan salah satu galeri seni di Yogyakarta yang layak dikunjungi. Galeri yang terdiri dari tiga bagian – Sangkring Art Space, Sangkring Art Project, dan Bale Banjar – ini merupakan ruang pamer dan ruang pertunjukan modern dan artistik.

Yogya Annual Art #2 digelar selama sebulan penuh, 15 Mei-15 Juni 2017, setiap hari dari pukul 10.00-21.00. Jika Anda berminat menyaksikan pameran ini, sebaiknya segera memesan kamar hotel untuk menginap. Sebagai opsi, ada promo kamar menarik dari GAIA Cosmo Hotel yang siap menyambut kedatangan Anda.

YOGYA_ANNUAL_ART_2._MENEMBUS_DIMENSI_KEHENINGAN_KARYA_I_PUTU_WIRANTAWAN._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

YOGYA_ANNUAL_ART_2._MENEMBUS_DIMENSI_KEHENINGAN_KARYA_I_PUTU_WIRANTAWAN._FOTO_VIA_INSTAGRAM__YOGYA_ANNUAL_ART

Selain nyaman, hotel yang bergaya urban-modern ini juga dirancang dengan memperhatikan detail artistik pada setiap sudutnya, sehingga sangat direkomendasikan bagi Anda yang menyukai seni kontemporer. Kolam renangnya juga memiliki desain yang keren, dan bisa Anda gunakan untuk berenang sekaligus menjaga kebugaran selama menginap.

 
 

RELATED ARTICLES