Workshop Urban Food Photography di GAIA Cosmo Hotel Jogja

 
 
 

Kebiasaan generasi milenial memotret makanan sebelum disantap telah membentuk hobi baru di media sosial yang disebut foodgram – akronim food dan Instagram. Hampir semua pengguna Instagram gemar mengunggah dan membagikan foto-foto kuliner yang pernah mereka cicipi.

Tak perlu menjadi fotograger profesional untuk membuat foodgram. Asal tahu caranya, Anda bisa menghasilkan foto-foto makanan yang tak hanya indah, tetapi juga terlihat menggugah selera.

Teknik memotret makanan itu dikupas tuntas dalam event bertajuk Urban Food Photographyworkshop sehari yang digelar oleh Foodgram Jogja dan GAIA Cosmo Hotel pada 22 April lalu. Event ini menghadirkan pemateri seorang food blogger Jogja, Wimbo Prakoso, dan food photographer, Thomas Wirananda.

Menurut Marketing Communication GAIA Cosmo Hotel, Stefanus Henry, antusiasme peserta workshop cukup besar. Meskipun kuota peserta dibatasi 30 orang, kenyataannya yang hadir 40 orang. Hanya dengan modal Rp100.000, peserta mendapat ilmu fotografi dan free lunch di hotel berbintang. Murah!

Mereka berasal dari Jogja, Solo, dan Purwokerto. Selain penghobi foodgram,
workshop ini juga dihadiri para pemilik food truck yang ingin tahu lebih dalam cara membuat foto-foto makanan yang Instagramable sebagai media promosi.

IMG_8787.jpg

Peserta workshop tidak hanya belajar teori fotografi secara teknis, tetapi juga praktik memotret food and beverage di hotel. GAIA Cosmo Hotel menyediakan tiga tempat photo hunting, yakni Semeja Asian Kitchen di lantai 1 dan 2, serta Inspira Roasters.

Salah satu yang menjadi obyek bidikan adalah menu spesial Semeja, Nasi Kemangi, yaitu nasi yang ditambah jagung dan suwiran ayam dengan aroma kemangi segar dan disajikan lengkap dengan tahu, tempe, ayam goreng atau empal sapi, plus sayuran sebagai lalapan.

Di Inspira Roasters, tempat relaksasi menikmati kopi sebagai mood booster, peserta workshop juga memotret minuman yang berasal dari biji kopi Nusantara berkualitas premium yang dipanggang dan digiling langsung di coffee shop itu.

Setiap peserta workshop juga bisa mengikuti photo competition dengan cara mengunggah hasil jepretan di Instagram, lalu mention @gaiacosmohotel, @semejarestaurant, dan @inspiraroasters, serta lima orang teman di Instagram.

Satu pemenang akan memperoleh hadiah menginap semalam di GAIA Cosmo Hotel, sedangkan dua foto terbaik juga akan mendapatkan voucher makan di Semeja. Menarik kan?

“Instagram merupakan media promosi yang efektif, karena penggunanya kebanyakan anak-anak muda yang menjadi salah satu target market hotel kita,” kata Efan.

Di Instagram, sebuah foto bisa menjadi viral dalam waktu cepat dan menyita perhatian banyak pengguna, sehingga produk akan lebih mudah dikenal dan populer ketimbang menayangkan iklan melalui media massa.

Dalam sesi workshop, Thomas Wirananda, yang juga pemilik akun Instagram @streetfoodstories, berbagi pengalamannya sebagai food photographer profesional yang bekerja untuk tujuan komersil, bukan sekadar hobi foodgram. Thomas memotret untuk membuat buku menu dan segala foto produk yang terkait dengan promosi sebuah restoran.

Ia juga memaparkan materi seputar tren fotografi dulu dan sekarang, sejarah dirinya menjadi food photographer, kiat memotret makanan, serta teknik fotografi untuk menghasilkan foto-foto yang keren.

“Prinsip food photography itu adalah bagaimana membuat makanan menjadi tampak lezat dan menarik. Karena itu, selain fotografer, juga dibutuhkan
food stylish jika ingin mendapatkan hasil foto yang optimal,” kata Thomas.

Thomas membedah tutorial fotografi dari mulai pencahayaan, sudut pengambilan gambar, komposisi, hingga penataan obyek foto. Peserta dikenalkan dengan prinsip dasar fotografi sebelum memotret, yaitu Segitiga Exposure – shutter speed, aperture, dan ISO.

Ia juga mengajarkan tips memotret makanan dengan pencahayaan yang bagus, misalnya saat yang tepat adalah siang hari dan memotret obyek di dekat jendela.

“Dalam food photography, hasil foto dipengaruhi oleh kamera, obyek, dan fotografer. Jadi kita wajib menguasai kamera yang kita pakai sebelum memotret,” ujar Thomas.

 
 

RELATED ARTICLES