[Umar Restaurant dan Shisha Cafe] Restoran Timur Tengah untuk Buka Puasa di Jogja

 
 
 

Tak banyak tempat kuliner khas Timur Tengah yang bisa kita temukan di Kota Jogja. Di antara yang sedikit itu, banyak yang bahkan sudah tutup, warung yang kemudian berganti menjadi restoran, dan tempat makan yang menyajikan menu masakan lain.

Masakan khas Timur Tengah seperti halnya kolak pisang, kerap kali hanya bisa kita jumpai pada saat bulan Ramadan. Nasi Kebuli atau Nasi Biryani misalnya, biasanya disajikan pada saat buka puasa bersama atau sebagai hantaran ucapan selamat menjalani ibadah puasa.

Kehadiran Umar Restaurant and Shisha Cafe seolah ingin melawan stigma tersebut. Bahwa Masakan Arab bisa kita nikmati sepanjang tahun, dan tak harus menunggu datangnya bulan puasa. Dan bukan hanya pada saat berbuka puasa saja.

Baca juga: 6 Tempat Makan yang Buka Malam Hari di Jogja

UMAR_RESTAURANT_2

UMAR_RESTAURANT_2

Seperti dari namanya, restoran milik Pak Umar yang asal Pakistan ini, mampu menghadirkan masakan Arab dengan cita rasa yang kuat. Banyak yang datang ke sini, yang mulanya hanya coba-coba, tak sengaja mampir, langsung jatuh cinta dan nagih pada kunjungan pertama. Pak Umar yang memasak langsung mampu membuat masakan Arab tidak amis dan beraroma prengus.

Yang istimewa dari Umar Restaurant ini adalah sajian nasinya menggunakan beras basmati. Beras basmati yang umum digunakan untuk masakan khas Timur Tengah, memiliki bulir yang lebih panjang dibanding beras biasa. Konon katanya, beras ini diimpor langsung dari India.

Datang ke Umar Restaurant, Anda bisa memesan berbagai menu khas Timur Tengah seperti hanith lamb, mandi lamb, bone less lamb, dan chicken curry. Berbagai menu utama dengan bahan olahan daging domba atau kambing di sini cukup lengkap. Hanith lamb adalah kambing panggang sedangkan mandi lamb adalah kambing kukus. Hidangan dilengkapi dengan nasi, sambal, dan kuah kaldu kambing.

Banyak orang orang biasa yang datang ke sini berkata bahwa menyantap makanan di Umar Restaurant serasa makan di Arab. Bagi Anda yang pernah ke Arab atau mungkin berasal dari keluarga keturunan Arab, masakan di Umar Resturant bisa menjadi obat kangen kampung halaman.

UMAR_RESTAURANT_3

UMAR_RESTAURANT_3

Sajian kulinernya mempunyai aroma rempah-rempah begitu kuat. Sajian nasinya tak membuat kita begah, dengan nasi dari beras basmati justru mengundang selera. Berbumbu jintan dengan warna kuning dari kunyit dan ditaburi kismis.

Demikian pula dengan olahan dagingnya yang sangat lembut. Anda tak perlu khawatir, dagingnya empuk dan begitu mudah dilepas dari tulangnya. Bumbunya benar-benar meresap hingga ke dalam daging. Kuah kaldu kambingnya benar-benar kuat.

Jangan lupa untuk mencoba kashmiri pink tea, sajian teh berwarna merah muda dengan cita rasa herbal. Menggunakan kapulaga berwarna hijau yang sering dikenal sebagai kapulaga India. Warna merah muda pada teh didapat dari campuran teh, garam, dan susu. Campuran ini juga menghasilkan teh yang creamy.

Selain hanith lamb dan mandi lamb, terdapat juga hidangan dum pukht, yaitu sejenis sup. Untuk pengunjung yang kurang menyukai kambing, jangan khawatir, ada pilihan hanith chicken dan mandi chicken.

Seperti dari namanya, Umar Restaurant juga menawarkan berbagai shisa
dengan anera rasa. Restoran ini melakukan dibuka perdana pada 30 September 2016. Belum ada setahun, tapi sajian menunya sudah membuat orang ingin datang lagi. Hebatnya, harga yang berlaku di Umar Restaurant adalah harga mahasiswa. Jika berkunjung ke Jogja pada bulan puasa ini, Anda bisa memasukkan Umar Restaurant dalam daftar restoran buka puasa Anda.

Instagram: @umarrestaurant_shishacafe
Jl. Bougenville No. 1, Selokan Mataram
Barat Jalan Gejayan

LINK SUMBER:
Sumber foto
1. instagram @bukutulismuslim
2. instagram @yulidwiastanti
3. instagram @umarrestaurant_shishacafe

 
 

RELATED ARTICLES