Motif-Motif Batik Jogja, Kota Batik Dunia

 
 
 

Yogyakarta telah dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh World Craft Council alias Dewan Kerajinan Dunia. Meski tradisi batik adalan bisa ditemukan di sejumlah daerah lain di Indonesia, bahkan di luar negeri, tapi Jogja adalah rumah bagi tradisi batik.

Jogja menyimpan sejarah panjang tentang kelahiran batik. Di wilayah yang dulu bernama Mataram ini, para arkeolog menemukan bahwa motif-motif batik yang kemudian ditulis dalam berlembar-lembar kain, telah terdapat pada relief Candi Prambanan, peninggalan monumental Kerajaan Mataram Kuno.

Dahulu, batik hanya dikenakan kalangan terbatas, yakni keluarga keraton. Namun belakangan, pada abad 19, batik mulai dikenakan oleh masyarakat di luar keraton. Kala itu, kampung batik juga mulai bermunculan, seperti di Giriloyo, Tamansari, Prawirotaman, dan Tirtodipuran. Desa Pleret, Bantul, disebut-sebut sebagai daerah pembatikan pertama.

Kini di era abad 21, batik telah menjadi pilihan berbusana bagi banyak kalangan usia, tidak hanya orang tua, tapi juga anak-anak muda kian menggandrungi batik sebagai pilihan berbusana, ke pesta, acara resmi dan juga ke tempat kerja. Dengan batik, mereka tetap fashionable, sekaligus menunjukkan ciri khas Indonesia.

Dua keraton besar yang mewarisi kebudayaan Jawa, Surakarta, dan Yogyakarta menjadi pusat-pusat pengembangan batik. Di balik tembok keraton, terdapat para pembatik yang dengan tekun menjaga tradisi ini. Di Jogja pulalah digelar perhelatan Jogja International Batik Biennale. Sejumlah desainer juga telah menggunakan batik dalam rancangannya busananya.

Sebenarnya, terdapat ratusan motif batik yang ada di Nusantara, tidak hanya di Jawa tapi juga luar Jawa. Namun kali ini, kita akan mengulas beberapa motif batik khas Jogja. Batik motif jogja dikenal dengan warnanya yang kalem.

PARANG_1

PARANG_1

Parang

Merupakan motif batik tertua dan termasuk motif batik larangan. Artinya hanya boleh dikenakan oleh Raja Yogyakarta. Motif batik ini tersusun dari garis-garis melengkung serupa huruf S yang tersusun diagonal. Motif ini berkembang menjadi beberapa motif kombinasi, parang rusak, parang barong, parang kusumo, parang soblog, parang klitik, parang tuding, dan parang curigo.

LERENG_1

LERENG_1

Lereng

Motif lereng mempunyai bentuk yang sama dengan motif parang, yang dicirikan dengan susunan garis diagonal. Bedanya, pada motif lereng, bentuk parang digantikan oleh aneka bentuk serupa gunung, tanaman, atau satwa. Dahulu, motif ini hanya digunakan untuk para sentono dalem, alias anak-anak raja.

CEPLOK

CEPLOK

Ceplok

Motif ini terbentuk dari pengulangan berbagai bentuk geometri, seperti segi empat, bentuk lingkaran, belah ketupat, mawar dan bentuk-bentuk yang serupa dengan binatang.

KAWUNG

KAWUNG

Kawung

Motif ini tersusun dari empat lingkaran atau pun elips dalam satu titik dengan pola susunan tertentu. Keempat lingkaran tersebut digambar secara diagonal yang mengarah ke titik pusat.

TRUNTUM

TRUNTUM

Truntum

Diciptakan oleh Permaisuri Sunan Paku Buwana III, Kanjeng Ratu Kencana ini sebagai simbol cinta yang tulus, abadi dan senantiasa tumbuh berkembang dari waktu ke waktu (tumaruntum). Biasa digunakan oleh orang tua pengantin di hari pernikahan.

SEMEN

SEMEN

Semen

Motif ini melambangkan gambaran hidup yang berkembang atau makmur, yang dalam bahasa Jawa disebut semi. Motif ini menawarkan beberapa gambaran kehidupan baik di darat, udara maupun lautan seperti tumbuh-tumbuhan, binatang berkaki empat, garuda, burung, mega mendung, ular, ikan ataupu katak.

SIDOMUKTI

SIDOMUKTI

Sidomukti

Batik ini dikenakan saat upacara pernikahan. Batik ini biasanya dinamakan juga sebagai batik sawitan (sepasang). Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan
Anda sendiri? Yang mana motif batik favorit Anda? Share jawaban Anda di kolom comment di bawah ini.

LINK SUMBER:
foto 1: pinterest.com
foto 2: batik-tulis.com
foto 3: kesolo.com
foto 4: yogyakarta.panduanwisata.id
Foto 5: putrikawung.wordpress.com
Foto 6: canthingcraft.blogspot.co.id
Foto 7: jogjasiana.net
Foto 8: batik-tulis.com

 
 

RELATED ARTICLES