Menelusuri Cahaya Surga di Goa Jomblang

 
 
 

Lupakan sejenak bos yang rewel, klien yang tukang komplain, dan seabrek dokumen yang menggunung di meja kerja. Tinggalkan rutinitas pekerjaan dan hiruk-pikuk kota jika penat akut dan stres mulai menyerang.

Datanglah ke Yogyakarta dan nikmati wisata yang tak biasa – menyusuri lorong-lorong perut bumi. Petualangan menjelajah gua yang terjal, gelap, dan senyap akan membantu menyegarkan pikiran dan emosi. Anda perlu mencoba Goa Jomblang yang eksotis.

Gua ini terletak di Semanu, Gunung Kidul, yang masuk dalam bentang alam karst Pegunungan Seribu, sekitar 60 kilometer dari Kota Yogyakarta atau 90 menit perjalanan. Lokasinya cukup terpencil dari akses jalan utama. Namun, selama bisa mengakses aplikasi penunjuk arah pada gadget, Anda tak akan tersesat.

Di resort Goa Jomblang, instruktur akan memberi panduan singkat menjelajah gua (caving) serta membekali Anda safety gear, seperti jaket, helm, headlamp, dan sepatu bot. Mereka juga menerangkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menyusuri gua.

GOA-JOMBLANG._FOTO_PIKNIKASIK.COM

GOA-JOMBLANG._FOTO_PIKNIKASIK.COM

Gua ini termasuk dalam kawasan konservasi karst, sehingga pengunjung disarankan ikut menjaga kelestariannya, misalnya tidak menginjak stalagmit dengan sepatu bot demi berfoto atau merusak tumbuhan di dasar gua. Pihak pengelola memberlakukan kuota pengunjung per hari sekitar 25 orang, sehingga sebaiknya Anda memesan dulu sehari sebelum berangkat.

“Terlalu banyak orang akan merusak dasar gua, vegetasi, stalagmit, lebih baik kami membatasi pengunjung,” kata Cahyo Alkantana, Presiden Federasi Speleologi Indonesia sekaligus pengelola resor Goa Jomblang.

Di antara tanah kering dan pohon-pohon meranggas, sebuah lubang besar menganga dengan diameter sekitar 50 meter berkedalaman antara 50 dan 90 meter, mirip sumur raksasa. Goa Jomblang adalah paduan unik gua vertikal dengan horisontal. Keelokannya pernah muncul dalam film American Race dan juga iklan televisi bertema petualangan “pria pemberani”.

Baca juga: Amazing Race Bersama Yogya Night At The Museum

Di mulut gua, pemandu akan membantu Anda menuruni tebing gua dengan single rope technique melalui jalur paling pendek. Jika bergelantungan dengan seutas tali di antara tebing bebatuan adalah pengalaman pertama, sudah pasti jantung Anda berdegup kencang. Sementara, para petualang yang ingin memompa adrenalin bisa mencoba jalur panjang dan sulit.

MENURUNI-GOA-JOMBLANG._FOTO_INITEMPATWISATA

MENURUNI-GOA-JOMBLANG._FOTO_INITEMPATWISATA

Di bawah, pemandangan ganjil tampak di depan mata. Hutan hijau dengan pohon yang rapat terhampar di dasar gua, sangat kontras dengan kondisi permukaan yang gersang.

Gua ini terbentuk oleh proses geologis jutaan tahun lalu akibat amblasnya sebagian permukaan bumi beserta pepohonan saat proses pengangkatan daratan membentuk pegunungan karst. Hutan di dasar gua itu adalah hutan purba dengan jenis vegetasi berbeda dari permukaan. Pepohonan itu terjebak dan bertahan hidup karena cahaya matahari dan cadangan air bawah tanah yang melimpah.

Anda akan dipandu trekking menyusuri goa bawah tanah yang selalu basah saat musim hujan. Pihak pengelola sudah membuatkan pathway sebagai pijakan, namun Anda tetap harus berhati-hati karena kondisi yang gelap dan licin.

Goa Jomblang menyimpan sejarah kelam, karena dulu dipakai sebagai tempat eksekusi mati dan pembuangan mayat pengikut Partai Komunis Indonesia periode 1965-1966. Gua ini adalah bekas kuburan massal! Tapi jangan khawatir, karena sebelum membukanya sebagai tempat wisata, pihak pengelola sudah memindahkan semua tulang dan tengkorak yang terserak di dasar gua, serta menggelar doa bagi arwah mereka.

GOA_JOMBLANG._FOTO_TOUAREGADVENTURE

GOA_JOMBLANG._FOTO_TOUAREGADVENTURE

Di ujung gua, Anda akan menjumpai dasar gua vertikal lain, yakni Goa Grubug. Di sinilah spot pertunjukan utama, yaitu “cahaya surga”. Fenomena ini sebenarnya merupakan sinar matahari biasa. Tetapi karena menerobos gua dan memecah gulita di kedalaman sekitar 90 meter, cahaya itu tampak spektakuler seolah-olah menyeruak di tengah kegelapan.

Cahaya ini hanya muncul pukul 10.00-12.00, saat matahari tak tertutup awan. Ini adalah momen terbaik untuk mengambil foto. Karena, setelah lewat tengah hari, cahaya itu menghilang.

Sebelum kembali dikerek naik ke permukaan, pemandu akan membagikan nasi kotak untuk disantap. Anda akan menikmati sensasi makan siang di kegelapan sambil mendengarkan musik alam – gemericik sungai bawah tanah yang konon berujung pada air terjun bawah tanah.

Where?

Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta

Kontak: 0811117010 / 0818629901

How to get there?

Jika ingin menggunakan angkutan umum, berangkatlah dari Terminal Giwangan, menumpang bis jurusan Yogyakarta-Wonosari. Di Wonosari, gantilah bis jurusan Semanu. Semua sopir bis di sini familier dengan Goa Jomblang, dan Anda akan diturunkan di Desa Pacarejo. Lanjutkan perjalanan menuju resor dengan ojek.

Price: Rp450.000/orang (sudah termasuk perlengkapan, pemandu, makan siang, dan asuransi).

 
 

RELATED ARTICLES