Mengenal Para Suporter Fanatik Klub Sepak Bola Jogja

 
 
 

Kelompok fans sepak bola kini telah menjadi identitas sebuah kota. Siapa yang tidak mengenal The Jak? Supoter fanatik Klub Persija Jakarta? Bobotoh Viking pendukung setia Klub Persib Bandung, atau Aremania suporter fanatik Arema Malang.

PSS_2

PSS_2

Cerita yang sama juga bisa kita temukan di Jogja. Bahkan, di sini ada lebih dari satu kelompok pendukung klub sepak bola yang punya solidaritas tinggi antar anggotanya. Kota Jogja, Kabupaten Sleman yang terdapat Gunung Merapi dan Kabupaten Bantul yang punya pantai selatan, masing-masing memiliki klub sepak bola yang menjadi kebanggaan warganya.

Bukan tanpa alasan jika anak muda Yogya menggilai sepak bola. Karena di Kota Jogjalah PSSI didirikan pertama kali pada 1930, yang kala itu masih bernama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia.

PSS

PSS

Di kota Jogja inilah terdapat Persatuan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM), merujuk pada nama Kerajaan Mataram Islam, pendahulu Kerajaan Yogyakarta saat ini. Berdiri pada 1929, menjadikan PSIM sebagai klub dengan sejarah yang panjang.

Brajamusti

Klub ini mempunyai dua kelompok suporter utama, yakni Brajamusti dan Maident.

Brajamusti adalah singkatan dari Brayat Jogja Mataram Utama Sejati. Dalam perwayangan, Brajamusti sendiri merupakan "ajian" kebanggaan Gatotkaca, menguatkan kaki dan tangannya sehingga menghasilkan tendangan dan pukulan nan dahsyat. Brajamusti dikenal dengan jersey warna biru tua.

The Maident

Di samping Brajamusti, ada pula The Maident alias Mataram Independent. Jika anak-anak Brajamusti dicirikan dengan jersey biru, maka anak-anak muda yang tergabung dalam The Maident memilih menggunakan jersey
hitam.

Meski berbeda kelompok, mereka tetap semangat dan setia mendukung klub kesayangan PSIM, baik saat bertanding di Stadion Mandala Krida, stadion kebanggaan Kota Jogja, maupun saat laga tandang.

Slemania

Seperti dari namanya, mereka adalah suporter klub PSS Sleman, klub yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo, salah satu stadion terbaik yang ada di Indonesia. Stadion ini meniru konsep San Siro, stadion di Kota Milan, Italia, karena desainnya menggunakan menara yang terletak di empat penjuru stadion dengan tangga berputarnya.

Anak-anak Slemania dicirikan dengan jersey hijau, yang juga menjadi jersey para pemain PSS Sleman. Meski masih berusia muda, PSS Sleman telah menjadi kebanggaan warga Sleman. Bahkan belakangan sedikit memunculkan rivalitas dengan saudara tuanya; PSIM. Orang sering menyebutnya dengan Derby Mataram.

Brigata Curva Sud

Di samping Slemania, PSS Sleman mempunyai suporter fanatik bernama Brigata Curva Sud. Jika Slemania identik dengan jersey hijau, maka para pendukung yang tergabung dalam Brigata Curva Sud tampil bak anak-anak metal, dengan warna jersey hitamnya. Anak-anak muda yang tergabung dalam BCS disebut-sebut sebagai pendukung ultras PSS Sleman. Bahkan, ada yang menyebut sebagai pendukung ultras terbaik di Indonesia.

Para suporter yang tergabung dalam BCS akan memenuhi tribun selatan setiap PSS Sleman bermain di Stadion Maguwoharjo. Mereka terkenal dengan aksi koreografer yang fantastis di atas tribun. Aksi mereka pada pembukaan Piala Presiden disebut-sebut sebagai aksi pendukung ultras terbaik di Asia.

Paserbumi

Ini adalah singkatan dari Pasukan Suporter Bantul Militan, pendukung fanatik Klub Persiba Bantul. Mereka identik dengan jersey merah tua yang menjadi kebanggaan Persiba Bantul. Meski penampilan mereka di panggung sepak bola nasional sedikit terlambat dibanding PSIM dan PSS Sleman, namun mereka tak mau kalah dengan saudara-saudara mereka di Kota Jogja dan Sleman.

LINK SUMBER: 
Foto 1: Youtube.com
Foto 2: suaramerdeka.com
Foto 3: pss-sleman-1976.blogspot.co.id

 
 

RELATED ARTICLES