Sangkring Art Space, Galeri Seni ala New York di Nitiprayan

 
 
 

Yogyakarta, kota yang kian mengukuhkan label sebagai pusat kebudayaan ini memang kerap menggelar berbagai festival kebudayaan berkelas internasional, dari yang tradisional, modern, hingga percampuran tradisi dan seni kontemporer tetap mendapat perhatian yang sama di kota ini.

Daya kreatif orang-orangnya seolah tak pernah habis. Ada banyak nama seniman besar yang lahir, tumbuh dan menggali ide-ide di kota ini, mulai dari perupa, penari hingga pemusik.

Di bidang seni rupa, Jogja selalu punya stok seniman hebat yang namanya sudah melanglang buana. Di sini juga ada sekolah seni rupa yang terkenal; Akademi Seni Rupa Indonesia yang kini berganti nama menjadi Institut Seni Indonesia (ISI).

SANGKRING_ART_2

SANGKRING_ART_2

Keberadaan galeri seni juga ikut menandakan Yogya sebagai episentrum kebudayaan di Indonesia. Ada banyak galeri seni yang bisa kita jumpai disini. Salah satunya adaah Sangkring Art Space. Galeri ini didirikan oleh Putu Sutawijaya, seniman kenamaan Indonesia.

Berada di Desa Nitiprayan, Bantul, Sangkring Art Space dirancang layaknya galeri-galeri seni yang ada di New York Amerika. Meski begitu, galeri ini justru ingin menguatkan identitas seni Indonesia dalam konteks global.

Ketika galeri ini baru dibuka pada 2007, Majalah TIME menurunkan tulisan pendek tentang Sangkring Art Space. Jogja, menurut TIME, memang sudah seharusnya mempunyai galeri yang representatif sebagai pusat kebudayaan. Di Sangkring Art, kita tidak melulu melihat pameran, tapi juga juga pertunjukan seni, kolaborasi dan presentasi seni.

SANGKRING-ART_4

SANGKRING-ART_4

Galeri ini terdiri atas tiga bagian:

Sangkring Art Space. Area terdepan dari galeri, ruang ini menjadi tempat digelarnya pameran seni rupa mulai dari lukisan, patung dan seni instalasi.

Sangkring Art Project. Ruang alternatif yang mendorong eksperimentasi seniman dari berbagai kelompok paham kesenian, lintas generasi dan disiplin ilmu. Didesain sebagai ruang terbuka yang memungkinkan terciptanya pemikira seni dari berbagai disiplin ilmu.

Bale Banjar. Dibangun sebagai public space menjadi ruang bertemu bagi siapa saja, menjadi ruang dialog pegiat seni yang membuka berbagai kemungkinan eksperimen seni dalam satu ruang yang sama.

Sebagai galeri seni, Sangkring Art Space tak cuma sebagai tempat berkesenian, tapi juga memiliki berbagai fasilitas menarik lainnya mulai dari artshopmini library, coffe shop, studio musik, hingga homestay yang dapat disewa oleh wisatawan, residensi maupun kelompok masyarakat lainnya.

Baca juga: Coffee roasting oleh Inspira

Nama Sangkring sendiri tidak merujuk pada tokoh atau arti tertentu, konon nama itu adalah salah satu leluhur Putu Sutawijaya. Putu sengaja mendirikan galeri ini di Desa Nitiparayan, karena kuatnya atmosfer kebudayaan yang telah hidup di desa ini. Warga Nitiprayan yang dulunya hanya mengandalkan pada pertanian kini menjelma menjadi desa seni yang mendunia.

Sangkring Art Space kini merambah kegiatan apa saja mulai pameran, pentas musik, studio rekaman dan juga tempat berkumpul dan bertemu berbagai kelompok. Sangkring Art menjadi jujugan para seniman, akademisi, pemilik galeri, pialang seni dari banyak kota dunia.

Alamat:
Nitiprayan RT 01 RW 20 No 88
Ngestiharjo, Kasihan Bantul

LINK SUMBER:
Sumber Foto
1 - 3 : sangkringartspace.net

 
 

RELATED ARTICLES