Dunia Surealisme Perupa Muda Roby Dwi Antono

 
 
 

Imajinasi adalah sumber inspirasi karya seni yang tak pernah kering. Dengan imajinasi, seorang seniman bisa mengeksplorasi gagasannya tanpa batas.

Itulah yang dilakukan Roby Dwi Antono, perupa muda berbakat yang kini namanya sedang naik daun dengan karya seni bergaya pop surealisme. Lukisannya mulai digemari, mendapat review dari media seni kontemporer, dan beberapa di antaranya telah dimiliki para kolektor seni di luar negeri.

Karyanya menembus Elle Magazine dan masuk di galeri online Juxtapoz Magazine. Bahkan, sebuah galeri di Filipina, Galerie Stephanie, pernah menggandengnya ikut serta dalam Art Fair Tokyo 2016, Mei lalu.

Roby tak pernah mengenyam pendidikan di akademi seni, ia belajar secara autodidak. Kegemarannya menggambar sudah terlihat sejak bangku TK. Dari kota kelahirannya; Ambarawa, ia melanjutkan pendidikan ke SMK Grafika di Semarang, di mana ia belajar menggambar dan mendesain grafis untuk kebutuhan cetak. Bakat seninya tersalurkan meskipun ia belum bercita-cita menjadi seniman. Setelah lulus, ia pindah ke Yogyakarta untuk mengadu nasib, berkarya, sekaligus memperdalam kemampuan seninya. Roby mengawali kariernya di bidang seni rupa sebagai ilustrator.

FOTO_COURTESY_ROBY_DWI_ANTONO

FOTO_COURTESY_ROBY_DWI_ANTONO

Ia sangat terinspirasi oleh seniman Amerika Serikat Mark Ryden, yang memelopori genre pop surealisme. Meskipun mengaguminya, Roby memilih mengembangkan gaya lukisnya sendiri yang menekankan pada penggambaran bentuk obyek yang detail, warna yang lembut, ekspresi wajah yang kuat, dan simbolisme.

Semua obyek dalam karyanya merupakan simbol. Misalnya, gambar dinosaurus mini adalah simbol dari awal kehidupan dan hutan pinus simbol keabadian. Komposisinya selalu unik, seperti menggabungkan gambar orang berkepala teko, kelinci, superhero, dan dinosaurus dalam satu frame. Ada pula komposisi gambar seorang gadis kecil memegang tentakel gurita, UFO, planet Saturnus bermata, alien, capung, dan bendera yang terbuat dari potongan badan ikan.

Genre surealisme adalah seni rupa yang menggambarkan obyek ganjil, sesuatu yang tak mungkin, atau hanya ada di dunia mimpi dan kisah di negeri dongeng. Surealisme lahir dari imajinasi liar sang seniman, dengan tafsir makna yang sangat interpretatif, subyektif, dan mendalam.

“Konsep seni saya adalah menggabungkan dunia mimpi, hal-hal yang tak mungkin. Idenya bisa berasal dari peristiwa sehari-hari di sekeliling saya, kenangan masa kecil, bisa juga peristiwa yang dialami teman dan keluarga,” kata seniman kelahiran 31 Oktober 1990 itu.

FOTO_COURTESY_ROBY_DWI_ANTONO

FOTO_COURTESY_ROBY_DWI_ANTONO

Sekilas, karya Roby tampak seperti dalam kisah Alice in Wonderland dengan segala keganjilannya. Bedanya, Roby mengadopsi kelinci sebagai tokoh utama dalam aneka rupa dan ragam cerita yang umumnya mengungkapnya perasaan pribadinya yang sarat kegembiraan juga kesedihan.

Terkadang, karyanya sangat sentimental, misalnya dengan menggambar kelinci yang memegang jantung manusia, yang menggambarkan kebahagiaan yang datang setelah diterpa tragedi. Begitu juga ketika ia menggambar kelinci dan burung gagak sebagai simbol kesedihannya yang mendalam saat kakak kandungnya berpulang.

“Saya suka kelinci karena lucu, unik, dan mewakili kepribadian saya. Kelinci adalah ego, keinginan, dan perasaan saya,” kata Roby yang pernah menggelar pameran tunggal pertama di Yogyakarta pada 2012 itu.

Selain konsep yang imajinatif, Roby dikenal sangat bagus dalam eksekusi. Karyanya bermula dari seni menggambar di kertas sebelum akhirnya menjadi seni lukis. Ia memilih menggunakan pensil mekanik untuk menghasilkan garis-garis yang kecil, rinci, dan halus. Detail arsirannya menggambarkan betapa ia tidak ingin menyisakan ruang kosong dari sebuah obyek yang ingin ditampilkan.

FOTO2_COURTESY_ROBY_DWI_ANTONO

FOTO2_COURTESY_ROBY_DWI_ANTONO

Roby lebih menyukai pensil sebagai media utama, karena pensil membuatnya lebih cepat dan lebih bebas menuangkan ide (obyek) pada kertas. Ia selalu menikmati setiap tarikan garis dan arsiran yang ia buat – rinci dan rumit. Meski demikian, karyanya dalam media cat air dan akrilik juga tak kalah bagusnya. Lukisannya adalah ilustrasi yang menakjubkan, yang membuat banyak orang hampir tak percaya bahwa karya seni itu dibuat oleh perupa yang masih minim jam terbang.

Dan kenyataannya, bakat seni Roby ditambah sedikit ketekunan belajar di usia muda telah melahirkan karya seni rupa yang mendunia.

 
 

RELATED ARTICLES