7 Tips Backpacking Bawa Anak

 
 
 

Bagi pasangan muda yang hobi backpacking, kehadiran seorang anak di tengah keluarga seringkali membuat mereka mengerem keinginan untuk traveling. Alasan yang paling umum adalah repot membawa bayi, balita, atau anak, apalagi jika harus naik-turun transportasi umum.

Terbayang, kan betapa susahnya bepergian dengan jumlah tas dan bawaan yang berlipat ganda? Belum lagi jika si kecil rewel di dalam pesawat terbang atau menangis di dalam kereta api karena bosan?

FOTO_PEXELS.COM__1_

FOTO_PEXELS.COM__1_

Tapi, backpacking membawa anak atau keponakan tidak serumit itu, kok.
Bagi orang tua yang sehari-hari biasa mengasuh anaknya sendiri, traveling
adalah bagian dari kegiatan mengasuh anak yang menyenangkan, sekaligus membantu mereka menumbuhkan mental tangguh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagi Anda yang belum punya anak, traveling
bersama keponakan yang masih kecil juga bisa jadi hal yang seru lho.

Baca juga: Bersepeda di Yogyakarta, Berwisata Sambil Olahraga

FOTO_PEXELS.COM__2_

FOTO_PEXELS.COM__2_

“Solusinya mudah, mulai biasakan jalan bersama anak saat liburan tanpa ART. Bisa mulai dari lokasi yang tidak jauh, boleh juga naik mobil sendiri. Jika sudah 'lulus', baru dicoba pergi jauh dengan transportasi umum, dengan rute yang lebih jauh lagi,” kata Olenka Priyardasani, travel blogger
di Yahoo News Indonesia dan penulis buku travel asal Yogyakarta yang gemar backpacking bersama kedua anaknya sejak bayi.

Latihan ini akan menguatkan ikatan antara anak dan orang tua. Orang tua akan memahami kebiasaan anak di jalan, termasuk cara mengatasi bosan, rewel, dan sakit, sehingga bisa menyiapkan kebutuhan sebelum traveling.

FOTO_PIXABAY.COM__3_

FOTO_PIXABAY.COM__3_

Lalu apa saja yang harus dibawa saat backpacking bersama anak? Menurut Olenka, benda-benda berikut ini tidak boleh ketinggalan:

Susu, bagi backpacker yang membawa bayi

Bawa susu secukupnya. Bagi ibu menyusui, disarankan untuk menyiapkan ASI perah. Karena, praktiknya, sangat susah menyusui saat pesawat take-off dan landing. Padahal kedua waktu itu merupakan saat kritis yang menyebabkan bayi menangis karena telinganya tidak nyaman akibat perbedaan tekanan udara – dan menyusui adalah solusi paling tepat untuk memberi bayi rasa nyaman.

Mainan dan buku

Bawa mainan kesukaannya, entah itu boneka, buku cerita, pensil warna dan buku gambar, atau gadget. Benda-benda yang terkesan sepele ini sangat ampuh meredakan rasa bosan dan mengalihkan perhatian anak ketika harus berjam-jam di kereta maupun pesawat.

Makanan ringan

Snack kesukaan si kecil juga berguna ketika anak mendadak rewel karena bosan di perjalanan. Bagi yang masih menyusui, disarankan membawa makanan pendamping ASI, seperti biskuit bayi – bawa juga mangkuk dan sendok jika diperlukan.

Pakaian anak dan popok

Tidak semua pakaian anak harus dibawa, cukup sesuaikan dengan suhu tempat tujuan. Tetapi, baju hangat tetap disarankan dibawa untuk melindungi si kecil dari udara dingin di pesawat atau kereta. Selama di perjalanan, pakaikan juga popok jika si kecil masih sering mengompol.

Stroller atau baby carrier

Benda ini seperti dilema, dibawa berat, ditinggal menyesal. Untungnya, saat ini sejumlah merek sudah mengeluarkan stroller ringkas dan ringan yang bisa dilipat dan dibawa jalan-jalan. Jika si anak lebih nyaman digendong, sebaiknya bawa gendongan model kanguru atau koala yang praktis.

Obat-obatan

Siapkan obat-obatan, terutama paracetamol untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri akibat demam, minyak kayu putih, balsem, dan krim untuk kulit. Jika anak punya riwayat alergi, obat anti-alergi perlu masuk dalam tas.

Kantong plastik dan toiletries

Sediakan beberapa kantong plastik untuk membungkus pakaian kotor si kecil, mangkuk bayi setelah makan, dan popok bekas sebelum dibuang, agar tak bercampur dengan barang bersih. Selain itu, pastikan perlengkapan toiletries seperti tisu basah ada di tas.

Bagaimana menaruh barang-barang tersebut dalam satu tas? Barang segera pakai dan akan dibutuhkan dalam perjalanan – dibawa dalam ransel atau tas tangan di kabin. Sisanya masuk ke dalam koper di bagasi.

Ada tips untuk menghemat bawaan agar lebih padat, seperti berikut:

  • Lipat pakaian dengan cara menggulung seperti membuat dadar gulung. Cara ini akan membuat tas/koper memuat lebih banyak
  • Untuk orang dewasa, pilih pakaian yang simple dan ringan untuk mengurangi beban tas
  • Jika membawa sepatu ganti, pisah kanan dan kiri. Selipkan satu di sela-sela tas, begitu juga yang lainnya. Ini lebih menghemat tempat ketimbang menyatukan keduanya
  • Bawa gadget dan kabel-kabel seperlunya. Jangan membawa semua smartphone, tablet, notebook, dan kamera dalam satu tas. Pilih mana yang paling dibutuhkan.


Jika merencanakan traveling di Yogyakarta, ada baiknya buat daftar tempat yang ingin dikunjungi bersama anak. Cukup banyak spot-spot yang menarik yang bisa menjadi wisata yang menyenangkan, seperti Taman Pintar, Kebun Binatang Gembira Loka, Museum Dirgantara, Museum Mainan Anak Kolong Tangga, Kids Fun, wisata outbound, dan pantai.

 
 

RELATED ARTICLES