6 Grup Band Indie Kebanggaan Jogja

 
 
 

Menjadi melting pot, tempat bertemunya anak-anak muda dari berbagai penjuru nusantara, Jogja adalah ruang belajar dari ragam budaya. Ada banyak ide bermusik yang membawa kesegaran. Dari sinilah lahir kelompok-kelompok musik yang menawarkan gaya dan lirik yang puitis. Lagu-lagu mereka memberikan makna yang mendalam dengan alunan nada yang enak didengar, tentunyasembari tetap kritis dengan sekitar, gaya khas anak muda Jogja! Dan inilah kelompok-kelompok musik indie asal Jogja yang punya cukup banyak penggemar.

Stars and Rabbit

Duo Elda Suryani dan Adi Widodo ini berhasil mencuri hati para penikmat musik sejak tahun 2011. Mendengarkan lagu-lagu mereka akan membawa kita pada imajinasi dan sensasi serasa melayang di udara hingga berada di lapangan yang luas. Seperti yang mereka sajikan dalam lirik-lirik di Like it Here. Salah satu lagu mereka; The House sukses menjadi soundtrack film Hollywood, Wander.

RISKY_2

RISKY_2

Risky Summerbee & The Honeythief

Mereka memadukan gaya musik lintas genre; pop, folk, blues hingga jazz. Album mereka Pillow Talk masuk sebagai salah satu album terbaik dalam 20 Album Indonesia Terbaik 2014 versi majalah Rolling Stone Indonesia. Tumbuh dari lingkungan tetaer di Yogyakarta, lirik-lirik Risky Summerbee & The Honeythief memadukan berbagai rasa, kata-kata yang romantis, tapi juga penuh kemarahan dan pada saat yang sama mengajak kita untuk lebih merayakan hidup. Komposisi yang mereka tawarkan bercampur rasa, manis, menohok, juga politis.

SUMMER

SUMMER

Aurette and The Polska Seeking Carniva

Sudah berusia satu dekade dan sempat vakum pada 2014, Agustus 2016 mereka merilis album bertajuk Melerai Lara. AATPSC menghasilkan melodi dan ritmis ala musik eropa dengan genre riang yang mereka sebut Pop Folk Polka. Lagu-lagu seperti Seeking Carnival menggambarkan atmosfer karnaval, pasar malam, dan sirkus. Ada juga balada lembut dan romantis ala I Love You More Than Pizza. Kemudian ada Vespaphoria yang mengajak bergoyang dengan irama rock steady dan reggae. Mendengarkan AATPSC benar-benar membuat kita berdansa dalam irama Pop Folk Polka.

Chick and Soup

Trio yang terdiri atas Gusti Arirang (vokal), Margareta Danastri (pianika), dan Nikolas Nino (gitar) mengusung musik folk-pop sejak 2012. Mereka menyajikan tema dan musikalitas yang sederhana, yang tertuang jelas dalam lagu Jadi Siapa Hari Ini, Chicken With the Bubble Gun, Favorite Afternoon, dan Lusi Bermimpi.

Secangkir Senja

Secangkir Senja menyajikan akustik dan etnik tertata dengan baik saat latar sinden Jawa berpadu dengan nada-nada ala Connie Francis. Mendengarkan Lupa Harga Diri, kita seperti merasakan kembali bagaimana rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama lalu menjalani hari sembari membayangkan momen yang sebentar itu dan senyum sepanjang hari. Sebuah rasa yang hampir semua kita mengalaminya.

Summer in Vienna

Band beraliran indie pop ini, September 2016 baru saja meluncurkan single baru We’re in Love Again, yang bercerita tentang sepasang kekasih yang kembali jatuh cinta gara-gara es krim cokelat. Ada hal-hal sederhana yang dapat membawa kita kembali pada perasaan yang pernah ada dan dengan cara yang tak terduga, sederhan tapi mengejutkan. Begitu yang ingin mereka sampaikan. Pada 2014 mereka merilis album perdananya berjudul Shallow Lagoon Holidays.

Link Sumber: ourstage.com, youtube.com, djarumcoklat.com

 
 

RELATED ARTICLES