Sehari Imlek di Yogya, Dari Ketandan ke Festival Lampion di Kaliurang

 
 
 

Di Januari ini, kita merayakan dua tahun baru sekaligus, yakni 1 Januari Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Imlek 2856 pada Sabtu, 28 Januari 2017. Sebagian, mungkin sudah bersiap-siap mengambil cuti untuk merayakan Imlek bersama keluarga.

Berlibur, saatnya kembali ke Jogja. Ada banyak tempat dan acara yang bisa dikunjungi untuk menyambut datangnya tahun Ayam Api ini.

Ini mungkin seperti sudah menjadi rumus baku para pelancong yang berlibur ke Yogya. Tak ada yang mengharuskan, tapi mulailah rute liburan Anda dari Jalan Malioboro. Selain itu, wajah baru Malioboro yang kian memanjakan para pejalan kaki, sayang untuk dilewatkan.

Baca jugaWajah Baru Malioboro

Dan untuk merasakan suasana Imlek, kawasan Malioboro adalah tempatnya. Karena memang disinilah pusatnya kampung pecinan. Dari pagi hingga siang, kita bisa mengeksplorasi daerah ini sambil berbelanja.

Kampung Ketandan

Merayakan Imlek di Yogyakarta, kurang pas bila tidak mampir ke Ketandan. Disini kita bisa menyaksikan bagaimana akulturasi dua budaya, Jawa dan Tionghoa berlangsung. Ketandan merupakan salah satu kampung pecinan yang masih kuat menjaga tradisi.

Di kampung inilah perayaan Pekan Budaya Tionghoa dipusatkan. Festival menyambut Imlek ini digelar setiap tahun. Hanya saja, perayaannya tak bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Tahun ini, pekan budaya Tionghoa digelar mulai 5 Februari hingga 17 Februari.

KLENTENG KWAN TIE KIONG

KLENTENG KWAN TIE KIONG

Ketandan masuk dalam kawasan Malioboro. Karena itu, sambil menikmati pedestrian baru di Jalan Malioboro, kita bisa merasakan suasana Imlek di kampung yang telah dihuni etnis Tionghoa ini sejak abad ke-18.

Selain mengunjungi Ketandan, kita juga bisa menyambangi sejumlah kampung lain yang juga banyak dihuni etnis Tionghoa, seperti Gandekan, Ngabean, Ngadiwinatan, dan Suranatan. Masih di dekat Malioboro, kita juga bisa berkunjung ke Klenteng di Gondomonana.

Klenteng Kwan Tie Kiong

Setelah asyik mengelilingi Ketandan, pedestrian Malioboro yang lapang, dan berbelanja suvenir, selanjutnya kita berkunjung ke Klenteng Poncowinatan yang berada di Jl. Poncowinatan No.16, atau di belakang Pasar Kranggan. Dari Malioboro lurus ke utara arah Tugu.

KLENTENG_GONDOMANAN

KLENTENG_GONDOMANAN

Klenteng yang mempunyai luas sekitar dua ribu meter persegi itu, dibangun pada tahun 1880-an di atas tanah Kasultanan (Sultan Ground) pada masa Sultan Hamengku Buwono VII. Di Kelenteng Zhen Ling Gong ini terdapat 17 altar.

Di sekitar Kelenteng Poncowinatan masih banyak dijumpai rumah-rumah atau bangunan kuno milik orang Tionghoa. Maka tak heran jika kawasan di sekitar Poncowinatan dan Kranggan dikenal sebagai Pecinan.

Festival Of Light di Kaliurang

Ini adalah festival lampion yang diadakan khusus untuk menyambut tahun baru. Digelar hampir dua bulan penuh, sejak 8 Desember lalu hingga 29 Januari, sehari setelah perayaan Imlek.

Ide sederhana tapi kreatif dari festival ini adalah menyulap taman bermain menjadi taman lampion yang indah nan romantis. Berkunjung ke Gardu Pandang di Turgo, sembari menyaksikan keindakan puncak Gunung Merapi, kita bisa menyaksikan berbagai jenis lampion cantik, Mulai dari istana, rumah hantu, hingga naga raksasa. Pada malam penutupan festival akan ada pertunjukan lampion barongsai.

Berlangsung sampai 29 Januari 2016

Pukul 17.00 – 22.00 WIB

Gardu Pandang Kaliurang

Tiket masuk: Rp20.000

Foto: Dok. tembi.net, dok. Semberani.com, dok.Krjogja.com

 
 

RELATED ARTICLES