Tips Traveling Photography

 
 
 

Traveling selalu identik dengan foto. Di zaman yang serba kekinian,
traveling photography bukan sekadar visual perekam jejak perjalanan, tetapi juga bukti eksistensi generasi milenial.

Berbagi foto di media sosial sudah menjadi gaya hidup. Bahkan, banyak yang menganggap update foto sebagai sebuah kebutuhan. Mereka tidak sekadar berfoto atau memotret, tetapi juga berusaha membuat gambar yang indah dan layak diunggah di Facebook atau Instagram. A picture is worth a thousand words, indeed.

FOTO_OLEH_BUDI_PRAST__2_

FOTO_OLEH_BUDI_PRAST__2_

Yogyakarta adalah salah satu kota favorit para traveler dan fotografer. Selain panorama alamnya yang indah, event wisata dan budaya di kota itu tak ada matinya dan selalu menjadi obyek bidikan lensa.

Jika tertarik memotret Yogyakarta, coba simak tips dari Budi Prast (@budi_prast), fotografer majalah gaya hidup KABARE Jogja dan juri sejumlah lomba foto wisata, berikut ini.

Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum traveling?

Beberapa orang lebih suka menggunakan kamera smartphone yang lebih praktis untuk selfie saat perjalanan. Tetapi, untuk menghasilkan foto dengan kualitas gambar prima, kamera tetap menjadi gadget yang wajib dibawa saat traveling.

Kamera yang cocok untuk travel photography adalah kamera dengan kualitas baik, ringkas, ringan, dan mudah dioperasikan. Ada banyak pilihan, tetapi sangat disarankan memilih kamera digital yang paling familier digunakan, baik itu jenis DSLR atau mirrorless.

Yang juga penting, pilihlah kamera yang awet baterai, karena kita seringkali susah menemukan tempat untuk mengisi daya baterai ketika di jalan. Pada dasarnya semua kamera digital saat ini sudah bisa menghasilkan foto-foto berkualitas tinggi. Soal hasil bidikan, kata Budi, sangat tergantung dengan selera fotografi setiap orang.

Cara packing kamera saat traveling

Sebaiknya bawa kamera menempel ke badan, ke mana pun kita pergi. Selain memastikan kamera tetap aman, cara ini juga sangat membantu saat kita mengeluarkan kamera untuk snap shoot jika menemukan momen bagus secara tiba-tiba – buka mata dan perhatikan sekitar untuk mendapatkan momen bagus.

Sebaiknya jangan menyimpan kamera di tas ransel, karena sangat merepotkan jika dibutuhkan segera. Lebih baik, tempatkan di tas kecil yang bisa dijinjing.

Apa saja yang menarik di Yogyakarta?

Yogyakarta selalu unik dalam lensa kamera. Kota ini menawarkan banyak obyek fotografi yang memukau, dari katagori natureadventure, dan culture. Panorama alam dari pegunungan, pantai, sunrise, dan sunset, hingga lanskap pedesaan, selalu menarik dibekukan dalam gambar.

Begitu juga dengan kegiatan wisata jelajah. Ada banyak pilihan menarik seperti caving di goa-goa karst, trekking di jalur erupsi Merapi, rafting di Sungai Progo, dan sky-sport di Pantai Selatan. Fenomena “cahaya surga” di Goa Grubug, misalnya, adalah buruan utama para fotografer.

Baca jugaMenikmati Kesejukan Hutan Pinus Imogiri

FOTO_OLEH_BUDI_PRAST__3_

FOTO_OLEH_BUDI_PRAST__3_

Selain itu, hampir setiap minggu ada event budaya tradisional atau modern, di kampung, desa, maupun pusat kota, jadi Anda tak perlu bingung mencari tempat memotret. Bahkan, suasana Tugu Yogyakarta di malam hari pun cukup menarik untuk dibidik.

Menghasilkan foto yang prima

Sebelum memotret, atur menu kamera sesuai kondisi cahaya di lingkungan kita. Salah satu yang penting adalah menyetel White Balance, agar tingkat kecerahan gambar sesuai dengan yang diinginkan saat siang, malam, cerah, mendung, gelap dan terang. Ini berguna untuk menghasilkan foto sekelas National Geographic tanpa butuh bantuan digital imaging dan editan berlebih.

FOTO_OLEH_BUDI_PRAST__4_

FOTO_OLEH_BUDI_PRAST__4_

Untuk memotret lanskap, sebaiknya pilih waktu pagi atau sore hari, saat matahari terbit atau sebelum terbenam. Keduanya merupakan golden shine, waktu terbaik untuk mendapatkan cahaya pemotretan yang indah. Siang hari adalah waktu yang tidak tepat memotret alam karena sinar matahari menciptakan bayangan yang sangat kontras (gelap-terang).

“Selama memotret di waktu yang tepat, kita tidak perlu software untuk mempercantik foto karena hasilnya sudah pasti bagus,” kata Budi. Jika ada, bawa juga wide lens yang berguna untuk menambah jangkauan keluasan foto panorama, lanskap, dan arsitektur. Bagi yang malas berlama-lama di depan komputer mengedit foto, bisa menyiasatinya dengan menggunakan filter tambahan pada kamera agar menghasilkan warna langit yang pekat dan dramatis.

FOTO_OLEH_BUDI_PRAST__5_

FOTO_OLEH_BUDI_PRAST__5_

Seandainya merencanakan memotret di tempat basah atau berair, sebaiknya membawa kamera khusus. Tidak disarankan menggunakan kamera biasa untuk memotret sambil bermain arung jeram, berenang, dan menyelam, karena berisiko rusak.

Foto: Dok. Budi Prast

 
 

 

RELATED ARTICLES