Amazing Race Bersama Yogya Night At The Museum

 
 
 

Beruntunglah Yogya punya banyak mahasiswa. Karena dari merekalah, lahir ide-ide kreatif yang terus menghidupkan kota ini. Salah satunya adalah Yogyakarta Night At The Museum.

Bermula dari sekelompok mahasiswa Sejarah Universitas Gadjah Mada, yang terinspirasi oleh film Night At The Museum. Dalam film yang dibintangi oleh aktor Robin Williams itu, kita dibawa masuk ke gedung museum pada malam hari dan berpetualang dengan koleksi benda-benda di dalamnya yang menjadi hidup saat malam.

NIGHT_AT_THE_MUSEUM

NIGHT_AT_THE_MUSEUM

Di tangan para mahasiswa ini, mereka ingin meciptakan persepsi bahwa berkunjung ke museum tidak lagi membosankan dan menjadi kegiatan yang menghibur. Seperti halnya yang terjadi di film Night At The Museum, para mahasiswa itu berniat "menghidupkan" banyak museum yang ada di kota ini.

Ya tentu saja bukan dengan membuat benda-benda yang ada di museum bisa jalan dan bicara sendiri. Tapi. mereka menyebutnya dengan "amazing race", menjelajahi museum pada malam hari sambil melakukan sebuah permainan.

Para peserta Yogyakarta Night At The Museum, akan diajak untuk masuk ke dalam cerita di balik benda-benda yang terpajang di banyak museum di kota ini. Misalnya, cerita papan dakon di Museum Sonobudoyo, dahulunya ternyata, papan dakon hanya mempunyai 5 lubang yang merepresentasikan 5 rukun Islam.

Tak hanya menjadi pemandu wisata, mereka juga meriset berbagai cerita dan sejarah yang ada di seputar benda-benda purbakala yang tersimpan di museum. Tidak sekadar mencatat tanggal, waktu dan tempat, tapi juga cerita-cerita yang membuat benda-benda di museum serasa hidup di hadapan pengunjung.

Di Yogya, ada lebih dari 30 museum, seperti Benteng Vredeburg yang ada di kawasan Titik Nol Kilometer, Monumen Yogya Kembali yang di dalamnya terdapat dioarama, juga ada Museum Sono Budoyo yang terkenal itu.

Ada juga Museum Sandi, Museum Kolong Tangga, Museum Dirgantara, Museum Keraton, Museum Batik, Museum Ullen Sentalu, Museum Gunung Merapi, Museum Biologi, hingga Museum Affandi.

Ide berkunjung ke museum pada malam hari mampu menarik banyak orang untuk kembali datang ke museum. Kini, mereka juga menggelar acara bermain ke museum pada siang hari. Ada yang namanya Kids in Museum, yang khusus mengajak anak-anak untuk menjelajahi museum dengan riang-gembira.

KIDS-IN-MUSEUM

KIDS-IN-MUSEUM

Datang ke museum pada malam hari, sambil mendengar cerita di balik benda-benda yang berasal dari puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu, akan bisa melemparkan kita pada lorong waktu. Tertarik? Anda bisa mencari jadwal touring di fanpage Yogyakarta Night At The Museum atau di akun twitter mereka di @malamuseum.

FOTO Dok.Komunita.id, Dok. Tribunnews, dok. facebook, dok. twitter

 
 

RELATED ARTICLES