Candi Ratu Boko, Tempat Terbaik Menikmati Sunset di Jogja

 
 
 

Candi Ratu Boko adalah tempat terbaik untuk menikmati indahnya matahari tenggelam di Yogyakarta. Di sini, kita akan mendapati kecantikan sunset di ujung cakrawala yang berpadu sempurna dengan keindahan gapura keraton.

Berasal dari peninggalan abad ke-8 Masehi, Ratu Boko sesungguhnya bukanlah bangunan candi yang berfungsi sebagai tempat pemujaan. Terletak di ketinggian bukit, sekitar 200 meter diatas permukaan laut, Ratu Boko merupakan sisa-sisa dari sebuah istana yang kemegahannya masih terasa hingga saat ini.

Karena itulah, jika berkunjung ke sini, hal yang ikonik dari candi ini adalah adanya dua gapura yang menjadi pintu masuk ke dalam halaman candi. Melihat dan melewati dua gapura ini, Anda sudah bisa merasakan betapa megahnya Keraton Ratu Boko ini.

Sebenarnya, gapura kedua yang terdiri atas lima pintu inilah yang menjadi jujugan utama para wisatawan. Gapura utama ini berada sedikit lebih tinggi dari gapura depan. Untuk melewatinya, Anda harus melewati puluhan anak tangga lebih dulu.

Dari lima pintu yang ada di gapura inilah, kita bisa menikmati suasana yang romantis saat matahari akan tenggelam menjelang senja. Banyak pengunjung yang akan berebutan untuk berfoto di sini. Salah satu gerbang, sekaligus menjadi frame untuk foto yang biasanya akan di-share di media sosial.

Jika cuaca sedang bagus, tak banyak awan menggantung di langit, ada banyak pemandangan latar depan yang bisa kita saksikan dari gapura ini, mulai dari wajah Kota Yogyakarta, indahnya Candi Prambanan hingga mempesonanya Gunung Merapi.

RATU_BOKO_2

RATU_BOKO_2

Sesudah melewati gapura, akan terhampar lapangan rumput yang luas. Dari lapangan rumput ini, kita bisa melepaskan pandangan ke seluruh penjuru mata angin. Di sini, Anda mulai bisa merasakan sedang berada di dalam sebuah bangunan istana dengan halaman yang luas.

Di samping dua gapura selamat datang tadi, masih ada sejumlah situs lain yang terdapat di komplek Keraton Ratu Boko. Salah satunya adalah Candi Pembakaran, berbentuk bujur sangkar, memiliki dua teras, dan dulunya digunakan untuk pembakaran jenazah.

Selanjutnya, agak sedikit ke dalam, Anda akan menjumpai sebuah bangunan pendapa yang terbuat dari batu andesit. Berjalan sedikit lagi lalu akan menyaksikan bekas bangunan yang disebut dengan keputren. Keputren merupakan bangunan khusus untuk putri-putri raja.

Baca juga: Menyusuri Kebudayaan Jawa di Ullen Sentalu

Sebaiknya anda tidak datang ke sini pada siang hari saat sinar matahari sedang terik-teriknya. Sebab, hanya ada sedikit pepohonan untuk berteduh. Sore, sekitar jam 3 sore adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke sini. Anda bisa membeli tiket terusan dari Candi Prambanan. Ratu Boko terletak tak jauh di utara Prambanan.

Sambil menanti matahari tenggelam di ufuk barat, Anda bisa bersantai-santai sejenak di lapangan lumput yang teduh sambil ngobrol-ngobrol menghabiskan waktu bersama pasangan, teman-teman, atau membiarkan anak-anak Anda berlarian di halaman rumput yang luas.

Untuk bisa menikmati sunset terbaik di Ratu Boko, datanglah antara bulan Agustus sampai November. Pada periode ini, matahari akan tenggelam lurus sejajar dengan gapura utama keraton. Sebuah frame dan latar yang pas untuk berfoto.

Foto: Dok.majalahyogya.com

 
 

RELATED ARTICLES