Bersepeda di Yogyakarta, Berwisata Sambil Olahraga

 
 
 

Jika Anda menyukai panorama dan aktivitas outdoor yang menyehatkan, ada jenis kegiatan yang perlu dicoba di Yogyakarta, yaitu wisata sambil bersepeda . Yogyakarta dahulu dijuluki kota sepeda, seperti Amsterdam, Belanda. Sepeda pernah menjadi alat transportasi utama di kota ini meskipun sekarang jumlahnya di jalan semakin berkurang, tergantikan oleh kendaraan bermesin.

Konsep bike to work sudah dikenal sejak dulu di kota ini. Salah satu yang masih tersisa adalah para pelaju onthel berpipi hitam sebelah. Mereka adalah para pekerja bangunan, para tukang, dan buruh pabrik yang bersepeda dari rumahnya di Bantul menuju tempat kerjanya di Kota Yogyakarta. Karena menempuh rute selatan-utara-selatan, hanya pipi sebelah kanan saja yang tersengat matahari pagi saat berangkat, dan terbakar matahari sore saat pulang.

Sekarang, bersepeda menjadi tren wisata dan olahraga yang digemari para pelancong asing maupun domestik. Para wisatawan biasa mengunggah foto aktivitas bersepeda di spot-spot yang menarik ke media sosial. Ada yang bergaya vintage dengan sepeda onthel, ada yang bergaya sporty dengan sepeda balap, dan ada pula yang bergaya adventurer dengan mountain bike.

Anda tak perlu repot memasukkan sepeda dalam daftar wajib bawa. Di Yogyakarta, banyak sekali rental sepeda yang bisa Anda sewa, tentunya lengkap dengan helm dan kunci gemboknya. Anda cukup menyediakan jersey, jika diperlukan, dan sepatu sendiri.

FOTO_VIA_siwoles.com__2_

FOTO_VIA_siwoles.com__2_

Ada banyak pilihan sepeda, antara lain mountain bikecity bike, sepeda lipat, sepeda balap, fixie, dan sepeda onthel. Tarif sewanya cukup murah, dari mulai Rp30.000 per 24 jam. Jika menyewa lebih lama, Anda akan mendapatkan harga lebih murah lagi.

Anda bisa memilih tujuan sendiri, dari mencoba jalur sepeda di jalan perkotaan yang dekat dan mudah, hingga berpetualang dengan rute yang jauh dan menantang. Anda bisa mencoba merasakan bersepeda onthel tempoe doeloe sambil melancong ke tempat bersejarah di perkotaan.

Jika menyukai suasana alam dan sedikit tantangan, Anda bisa menjajal track menanjak ke Merapi, menyusuri rute cross-country Kaliadem, atau menikmati candi-candi eksotis di Sleman, seperti Prambanan, Ratu Boko, dan Plaosan, melalui jalur pedesaan dan persawahan.

Anda juga bisa mengunjungi tempat-tempat agrowisata di kaki Merapi, menyusuri Selokan Mataram, atau bersepeda ke pantai di selatan Yogyakarta. Selain menikmati suasana alam dan udara segar pedesaan, mengayuh pedal di pagi hari adalah jenis latihan kardio yang sangat baik bagi jantung selain membakar lemak.

FOTO_VIA_sewasepedajogja.com

FOTO_VIA_sewasepedajogja.com

Tak perlu khawatir berangkat bersepeda sendirian, karena di jalan, terutama di pagi hari Anda akan bertemu banyak pesepeda yang sedang beristirahat di kedai makan, dan bisa menjadi teman mengayuh sepeda. Jika masih tidak yakin, banyak aplikasi di smartphone yang akan membantu Anda memetakan jalan.

Bagi Anda yang ingin bersepeda ramai-ramai, 5 orang atau lebih, tidak ada salahnya mencoba memesan paket wisata sepeda. Beberapa rental menyediakannya, seperti www.siwoles.com atau www.sewasepedajogja.com
yang bisa dipesan jauh hari sebelum Anda tiba di Yogyakarta. Biasanya, semakin banyak jumlah orang, tarifnya juga semakin murah.

FOTO_VIA_sewasepedajogja.com__2_

FOTO_VIA_sewasepedajogja.com__2_

Rental Si Woles, misalnya, menyediakan banyak pilihan, mulai dari jarak di bawah 20 kilometer, seperti wisata poros imajiner dan nostalgia Kotagede, sampai jarak 80 kilometer menikmati Borobudur atau 70 kilometer ke pantai. Tarifnya mulai Rp100.000 per orang.

Anda bisa bersepeda sambil mendengarkan cerita dari pemandu tentang sejarah tempat dan jalur wisata yang ditempuh. Harga paket umumnya sudah termasuk kudapan, tetapi ada pula yang tidak. Sebaiknya, jangan ragu untuk menanyakannya sejak awal.

Foto: Dok. siwoles.com (foto 1&2), dok.sewasepedajogja.com (foto 3&4)

 
 
 

RELATED ARTICLES