Menikmati Kesejukan di Hutan Pinus Imogiri

 
 
 

Hutan Pinus Imogiri, nama yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Ya, ini era media sosial, tempat segala informasi resmi dan tak resmi dengan cepat menyebar, menjadi viral dan pergunjingan. Termasuk soal hutan pinus di Kabupaten Bantul Yogyakarta ini. Deretan pepohonan menjulang tinggi, ditambah cahaya matahari yang menyelinap di antaranya, siapa yang tak penasaran?

Beberapa di antaranya ada yang menyebut hutan pinus yang berada di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul ini serupa dengan yang ada di luar negeri, seperti di film-film Hollywood. Tak sedikit wisatawan yang sudah pernah datang dan ber-selfie ria, mengatakan sensasinya serasa foto di luar negeri.

Hutan ini sebenarnya sudah lama ada, pohon-pohon pinus yang tinggi-tinggi itu tentu saja tidak ditanam kemarin sore, lalu langsung tumbuh tinggi. Bahkan sudah lama, kawasan hutan ini menjadi jujugan, sebagai alternatif tempat wisata mainstream, semisal Pantai Parangtritis.

Di media sosial, ada banyak nama untuk hutan pinus ini, ada yang bilang Hutan Pinus Imogiri, Hutan Pinus Mangunan, atau Hutan Pinus Dlingo. Resminya, hutan ini masuk dalam kawasan wilayah RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan yang punya luas 500 hektare. Karena, letaknya yang dekat dengan makam raja-raja Jawa di Imogiri, makanya banyak orang yang menyebutnya sebagai Hutan Pinus Imogiri.

Berjarak sekitar 25 kilometer ke selatan Yogya, untuk menuju ke sini, Anda bisa menempuh perjalanan sekitar 40 menit dengan kendaraan. Patokannya, Anda bisa memulai dari Terminal Bus Giwangan, lalu menyusuri jalan terus ke selatan. Komplek makam raja-raja Imogiri dan Kebun Buah Mangunan menjadi titik bantu berikutnya. Meski jalannya sedikit menanjak dan ada beberapa kelokan, jangan khawatir, jalan-jalan yang ada di Yogyakarta sudah bagus-bagus beraspal mulus. Banyak yang datang ke sini, berfoto-foto karena penasaran dengan foto-foto yang tersebar di media sosial.

Meski Anda sudah berniat sejak dari rumah ingin ber-selfie di sini, ada baiknya untuk mencuci paru-paru Anda sekejap saja dengan udara bersih yang dikeluarkan oleh pohon-pohon pinus yang menjulang itu. Sambil merentang hammock atau tempat tidur gantung di antara pohon pinus, biarkan diri Anda terlelap, memejamkan mata sambil merasakan desiran angin semilir di antara pohon-pohon pinus.

Dengan merogoh kocek Rp 10 ribu, Anda sudah bisa menyewa hammock sepuasnya. Lupakan sejenak segala beban hidup atau beban kerja yang menumpuk dan sudah menuggu di awal pekan. Tak sedikit pula yang sengaja datang ke hutan pinus ini untuk melakukan pemotretan pre-wedding.

Anda bisa memilih beberapa spot selfie, ada pula bangku-bangku melingkar menghadap sebuah panggung kesenian. Untuk "menangkap" kawasan hutan dengan lebih luas, Anda bisa menyewa kamera Go-Pro yang ada di kawasan hutan ini. Ada pula yang menyediakan jasa foto cetak langsung jadi di tempat, lengkap kan?

Untuk memasuki kawasan hutan pinus, Anda hanya perlu membayar biaya parkir, untuk sepeda motor sebesar Rp 3.000, mobil Rp 10 ribu dan bis Rp 20 ribu. Untuk keperluan foto-foto selfie, Anda tak perlu keluar uang untuk jasa tempat. Ada pun untuk pre-wedding dan fotografi untuk kepentingan komersial akan dikenakan biaya sebesar Rp 50 ribu saja.

Jangan cuma foto-foto, bersama keluarga, Anda bisa menghamparkan tikar di antara pepohonan dan membuka bekal dari rumah. Makan bersama di siang hari, di antara berkas-berkas cahaya matahari dan semilir angin, nikmat sekali rasanya. Tersedia pula musala untuk menjalankan ibadah sholat.

Dari Hutan Pinus Imogiri, Anda bisa melanjutkan perjalanan Puncak Becici. Dari sebuah rumah pohon, jika langit sedang cerah, Anda disuguhi pemandangan dua gunung di utara Kota Yogya, Gunung Merapi dan Gunung Sindoro. Waktu terbaik mengunjungi Puncak Becici adalah pada pagi atau sore hari.

Foto: Dok.blog.reservasi.com

 
 
 
 

RELATED ARTICLES