Wajah Baru Malioboro

 
 
 
 

Malioboro, menjadi nama yang masuk daftar wajib untuk disinggahi bila Anda berkunjung ke Yogyakarta. Ya, Malioboro adalah sepenggal jalan yang menyimpan kenangan dan romantika, bahkan bagi orang yang mungkin belum pernah datang ke kota ini. Tidak percaya? Coba dengarkan lagu Yogyakarta dari Kla Project.

Barangkali, jika tidak bernama Malioboro, jalan ini tak ada bedanya dengan jalan-jalan lain yang ada di seluruh penjuru Tanah Air. Deretan pertokoan, satu – dua mal, dan beberapa hotel, juga ratusan pedagang kaki lima. Pada malam hari, orang berkunjung untuk berwisata kuliner, sambil lesehan, duduk bersila. Hal yang saat ini, bisa dengan mudah kita temukan di pinggiran jalan lainnya. Tapi tetap saja, menghabiskan malam di Malioboro adalah istimewa. Kini, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menata Malioboro, pemerintah tak mau wisatawan kehilangan kehangatan Malioboro yang dulu.

Meski proyek penataan sedang berlangsung, jika Anda datang ke Malioboro, Anda sudah mulai merasakan perbedaannya. Malioboro tak lagi sumpek, sesak dan crowded. Lapang dan lega, itulah yang setidaknya bisa Anda rasakan bila datang dan melihat Malioboro kini. Ini adalah semacam mimpi mengembalikan Malioboro yang asli. Jika Anda meng-googling Malioboro, kita bisa dengan mudah mendapati foto-foto lama Malioboro zaman dulu, ketika hanya satu-dua mobil yang lewat, pejalan kaki, orang naik sepeda, simbok-simbok menggendong bakul dagangan, juga andong dan becak yang lalu-lalang.

Mendapat sentuhan desain modern, Malioboro mengabungkan nilai-nilai tradisional dengan sentuhan cita rasa modern. Malioboro akan menjadi destinasi wisata sekaligus ruang publik tempat banyak orang bertemu dan berinteraksi. Pada beberapa bagian, akan dipasang kursi. Anda bisa duduk-duduk sambil sekadar ngobrol-ngobrol ringan, sambil melihat andong berjalan perlahan.

PEDESTRIAN MALIOBORO

PEDESTRIAN MALIOBORO

Nantinya, jalur pedestrian bisa dinikmati dari Tugu Pal Putih yang terletak di ujung utara Jalan Margo Utomo, dulu dikenal dengan nama Jalan Mangkubumi, kemudian berlanjut ke Jalan Malioboro lalu Jalan Margo Muyo hingga Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. Sekeliling Tugu Pal Putih telah diganti dengan batu andesit, demikian pula dengan kawasan Titik Nol yang berada di simpang Kantor Pos Besar.

Anda tetap masih bisa menikmati kuliner tradisional yang dijajakan pedagang kaki lima di sepanjang jalan. Anda bisa berhenti sejenak membeli es dawet dengan gula Jawa yang legit ditambah santan kelapa. Dari Malioboro, Anda bisa naik becak dan delman, jalan-jalan di sekitar Jalan Malioboro. Seperti jasa travel, tukang becak di sana akan menawarkan paket keliling ke sejumlah tempat wisata yang ada di sekitar Malioboro. Juga mengantarkan Anda mencari oleh-oleh khas Yogya seperti bakpia.

Pada malam hari, deretan pedagang kaki lima berubah menjadi lesehan kuliner. Banyak menu yang dijajakan, mulai dari gudeg khas Yogya hingga penyetan. Pada malam harilah Anda bisa merasakan atmosfer Malioboro yang sesungguhnya. Tapi ada baiknya sebelum Anda duduk dan memesan makanan, mintalah daftar harga menu, jangan sampai Anda dibuat shock gara-gara harus membayar ratusan ribu rupiah hanya untuk menu gudeg dan ayam penyet.

Sepanjang Jalan Malioboro, banyak pedagang yang menjajakan cendera mata, kaus, baju, dan batik juga oleh-oleh. Berikut tip sederhana berbelanja di Malioboro:

1. Lihat-lihat dulu, tanya-tanya sama mas atau mbak penjual, basa-basi saja dulu, sebelum menanyakan harga.

2. Setelah penjual memberi harga, jangan ragu untuk menawar, tawar setengah dari harga yang diberikan pedagang.

3. Jika pedagangnya tidak mau menurunkan harga, atau hanya sedikit menurunkan harganya, tinggalkan saja karena masih banyak pedagang yang lain, yang menjual barang yang sama.

4. Jangan terburu-buru untuk langsung membeli, kalau Anda niat jalan-jalan di Malioboro, susuri semua pedagang di sepanjang jalan, tanya-tanya sambil survei harga, ada banyak pedagang yang menjual barang yang sama di sini.

5. Sebagai wisatawan, jangan mudah tertipu rayuan pedagang, jangan menunjukkan bahwa Anda sangat ingin membeli barang-barang yang di jual disana, niatkan saja untuk jalan-jalan.

Foto: Dok.youtube.com (foto 1), dok.kotajogja.com (foto 2)

 
 
 

RELATED ARTICLES